Peternakan

3 Strategi Sukses Usaha Ayam Petelur dengan Keuntungan Jangka Panjang

Usaha Ayam Petelur

Usaha ayam petelur masih jadi salah satu peluang bisnis dengan pendapatan yang relatif stabil dan berkelanjutan. Permintaan telur yang tinggi dan stabil membuat usaha ini tetapi diminati, baik peternak pemula maupun yang berpengalaman. 

Namun, untuk menjalankan usaha ayam petelur secara optimal, dibutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari pemilihan jenis ayam, perhitungan modal, hingga strategi perawatan agar produktivitas tetap tinggi. 

Artikel ini akan membahas peluang usaha ayam petelur, langkah-langkah memulainya, kebutuhan modal, serta potensi keuntungan yang bisa diperoleh dalam sekali panen.

Peluang Usaha Ayam Petelur

Data Konsumsi Ayam Petelur
Sumber : Kementerian Pertanian, 2018 yang diolah Katadata.co.id

Berbicara tentang peluang usaha ayam petelur, data konsumsi menjadi indikator penting. Berdasarkan data di atas, konsumsi telur ayam ras nasional pada 2017 mencapai sekitar 1,5 juta ton. Angka tersebut terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. 

Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan protein hewani masyarakat. Bahkan, konsumsi telur di Indonesia tercatat mencapai 6,53 kg per kapita per tahun. Data tersebut menegaskan bahwa telur masih menjadi komoditas utama di sektor peternakan.

Dengan permintaan yang terus meningkat dan relatif stabil, usaha ayam petelur masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.



Cara Sukses Usaha Ayam Petelur

Menjalankan usaha ayam petelur tidak bisa dilakukan secara asal. Meski permintaan pasar relatif stabil, tingkat keberhasilan usaha ini sangat dipengaruhi oleh strategi yang diterapkan sejak awal. 

Mulai dari memahami keunggulan ayam petelur, memilih jenis ayam yang sesuai dengan kebutuhan pasar, hingga menyiapkan modal usaha secara tepat, semuanya berperan penting dalam menentukan hasil produksi dan keuntungan.

Oleh karena itu, berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan agar usaha ayam petelur dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Keunggulan Ayam Petelur Dibandingkan Jenis Ayam Broiler

Sebelum memulai usaha ayam petelur, penting untuk memahami keunggulannya dibandingkan jenis ayam lainnya, seperti ayam broiler. Dengan mengetahui perbedaan ini, Anda dapat menilai potensi usaha, pola pendapatan, serta prospek jangka panjang yang ditawarkan.

Pendapatan Lebih Stabil

Ayam petelur mampu menghasilkan pendapatan yang lebih stabil karena telur dapat dipanen setiap hari. Dengan pola panen harian, arus kas dalam usaha ayam petelur cenderung lancar dan berkelanjutan. Berbeda dengan ayam broiler yang hanya bisa dipanen setelah satu siklus pemeliharaan, umumnya sekitar 35 hari sekali.

Masa Produktivitas Lebih Lama

Ayam petelur memiliki masa produktivitas yang relatif panjang, yaitu sekitar 1,5 hingga 2 tahun. Produksi telur biasanya mencapai puncaknya hingga usia sekitar 90 minggu. 

Selama periode tersebut, telur dapat dipanen secara rutin setiap hari, sehingga potensi keuntungan bisa terus dioptimalkan. Inilah alasan mengapa usaha ayam petelur dinilai lebih menjanjikan untuk jangka panjang.

Baca Juga: “Cara Budidaya Ayam Petelur Untuk Pemula, Mudah Hasilkan Telur Berkualitas

Menentukan Jenis Ayam Petelur Yang Diminati Pasar

Pemilihan jenis ayam petelur menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha ayam petelur. Setiap jenis ayam petelur memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi kualitas telur maupun jumlah produksi. Makanya, peternak perlu menyesuaikan pilihan ayam dengan target pasar dan tujuan usaha.

Kualitas Telur yang Tinggi

Ayam petelur yang dibudidayakan sebaiknya mampu menghasilkan telur dengan kualitas yang baik. Kualitas telur dapat dilihat dari bentuk telur yang normal, ukuran ruang udara yang kecil, serta isi telur yang jernih.

Jika menargetkan pasar menengah ke atas, pilih jenis ayam petelur yang dikenal menghasilkan telur berkualitas tinggi. Sementara itu, untuk pasar umum, jenis ayam petelur standar sudah cukup memenuhi kebutuhan.

Produktivitas Telur Tinggi

Setiap jenis ayam petelur memiliki tingkat produktivitas telur yang berbeda. Jika tujuan usaha adalah fokus pada penjualan telur, sebaiknya pilih ayam petelur dengan tingkat produksi telur yang tinggi per tahun. Semakin tinggi produktivitasnya, semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa diperoleh.

Modal Usaha Ayam Petelur

Modal merupakan salah satu faktor paling dasar dalam menjalankan usaha ayam petelur. Kebutuhan modal perlu dihitung sejak awal agar operasional usaha bisa berjalan lancar dengan risiko kerugian yang bisa ditekan. 

Sumber modal pun bisa berasal dari mana saja. Mulai dari dana pribadi, perbankan, koperasi simpan pinjam, hingga lembaga pembiayaan lainnya. Usaha ini termasuk bisnis dengan prospek yang jelas. Sehingga lebih mudah mendapat dukungan dana.. 

Sebagai gambaran awal, berikut ini tabel usaha ayam petelur per periode 30 hari yang dapat dijadikan acuan perhitungan modal. Analisa ini menggunakan suplemen organik cair GDM spesialis peternakan.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Suplemen organik cair GDM spesialis peternakan memiliki beberapa keunggulan utama, seperti meningkatkan antibodi dan membantu menangkal penyakit, menyediakan nutrisi lengkap, hingga mengurangi stres pada ternak. 

Dengan perawatan yang optimal, penggunaan SOC GDM dapat membantu menjaga kondisi ayam tetap sehat, produksi telur lebih stabil, serta masa produktivitas menjadi lebih panjang. Berikut ini tabel analisa usaha ayam petelur yang bisa dijadikan referensi. 

Analisa modal usaha ayam petelur

Berdasarkan hasil analisa tersebut, usaha ayam petelur berpotensi menghasilkan keuntungan bersih hingga Rp 772.755.000 selama masa produksi sekitar 2 tahun, dengan modal awal sekitar Rp 324.742.500. Bahkan, keuntungan sudah mulai terlihat sejak bulan ketiga masa produksi.
Selain contoh analisa di atas, Anda bisa mempelajari Analisa Usaha Ternak Ayam Broiler Bapak Sukadi Sragen Jawa Tengah Dengan Vitamin untuk Ayam Petelur GDM. Adapun penjelasan dari setiap variabel modal yang Anda butuhkan bisa dipelajari di bawah ini.

Modal Lahan

Lahan dibutuhkan untuk pembangunan kandang, tempat penyimpanan pakan dan obat, area penampungan limbah, kantor administrasi, serta fasilitas karyawan. Kebutuhan modal lahan relatif tidak terlalu besar, terutama jika menggunakan tipe kandang koloni.

Disarankan memilih lokasi peternakan yang jauh dari pemukiman atau area perkotaan karena harga lahan lebih terjangkau dan dapat meminimalkan potensi keluhan masyarakat terkait kesehatan dan lingkungan.

Modal Kandang

Kandang merupakan fasilitas utama dalam budidaya ayam petelur. Selain sebagai tempat pemeliharaan, kandang juga berfungsi untuk mengontrol kondisi ayam agar tetap produktif.

Bahan kandang dapat disesuaikan dengan anggaran, mulai dari kayu, semen, besi, atau kombinasi ketiganya. Secara umum, biaya pembuatan kandang ayam petelur masih tergolong terjangkau dan dapat disesuaikan dengan skala usaha.



Modal Pakan

Modal pakan termasuk biaya operasional terbesar dan harus selalu tersedia setiap hari. Pakan sangat menentukan keberhasilan usaha ayam petelur karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas telur.

Peternak dapat menggunakan pakan konsentrat yang dikombinasikan dengan pakan substitusi seperti dedak atau bekatul. Jika bahan substitusi sulit diperoleh, pakan lengkap (feed complete) yang tersedia di pasaran bisa menjadi pilihan.

Pada contoh analisa di atas, biaya pakan mencapai Rp 215.052.500, dengan harga pakan sekitar Rp 6.500 per kg.

Baca Juga: “10 Cara Ternak Ayam Petelur Umbaran yang Ramah Lingkungan

Modal Perawatan

Modal perawatan meliputi vaksin, obat-obatan, serta suplemen pendukung kesehatan ayam. Salah satu komponen perawatan utama adalah penggunaan SOC GDM Spesialis Peternakan, yang membantu menjaga kesehatan ayam secara menyeluruh.

Dengan kandungan bakteri premium, SOC GDM membantu mencegah gangguan kesehatan akibat bakteri, virus, maupun jamur. Hal ini membuat biaya perawatan lebih efisien karena risiko penyakit dapat ditekan. Kebutuhan SOC GDM sekitar 90 liter per bulan atau senilai Rp 2.340.000.

Pemberian Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan dapat dimulai sejak ayam masih berumur dini untuk menjaga kesehatan dan menunjang produktivitasnya. Pada ayam usia 1–10 hari, SOC GDM diberikan dengan dosis 0,3 ml per ekor per hari atau setara 300 ml per 1.000 ekor, yang bisa diberikan pada pagi atau sore hari. 

Sementara untuk ayam berumur lebih dari 10 hari, dosis tetap sama yaitu 0,3 ml per ekor per hari atau 300 ml per 1.000 ekor, dengan waktu pemberian yang dianjurkan pada sore hari.

Dengan pemberian yang rutin dan sesuai dosis, SOC GDM membantu menjaga kondisi ayam tetap sehat, sehingga masa produktivitas ayam petelur dapat berlangsung lebih lama, bahkan hingga lebih dari 2 tahun. 

Modal Bibit Ayam Petelur

Pengadaan bibit ayam petelur merupakan modal awal yang sangat penting. Harga bibit dapat berbeda-beda tergantung wilayah dan ketersediaan produsen.

Di Pulau Jawa, harga bibit ayam petelur berkisar Rp 6.000 per ekor, sedangkan di luar Jawa umumnya lebih mahal karena keterbatasan sentra pembibitan. Pada contoh analisa usaha, total biaya pembelian bibit ayam petelur mencapai Rp 96.000.000.

Tingkatkan produktivitas dan hasil panen usaha ayam petelur Anda bersama SOC GDM Spesialis Peternakan!

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa potensi keuntungan usaha ayam petelur bisa mencapai Rp 217.125.000 per bulan dan total hingga Rp 772.755.000 dalam satu periode produksi (2 tahun), bahkan bisa lebih besar pada masa produktivitas puncak. 

Agar hasil usaha ternak ayam petelur Anda lebih optimal, gunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak sekarang juga. Klik banner di bawah ini untuk berkonsultasi gratis dengan tim ahli GDM, mendapatkan panduan penggunaan produk, serta strategi pengelolaan usaha ternak ayam petelur yang sesuai dengan kondisi kandang Anda.



author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan

4 thoughts on “3 Strategi Sukses Usaha Ayam Petelur dengan Keuntungan Jangka Panjang

  1. Sarno berkata:

    Ceritanya enak sekali, tapi membingungkan…… Saya terinspirasi, saya mau coba ternak ayam petelur, tapi informasinya yang riil sebenarnya, terima kasih

    1. GDM Info berkata:

      Halo Pak Sarno

      Untuk beberapa testimoni dari peternak kami ada pada artikel https://gdm.id/cara-budidaya-ayam-petelur/ . Disitu ada informasi mengenai teknis budidaya ayam petelur beserta informasi dari mitra kami.

  2. Surati berkata:

    Sangat menginspirasi

    1. GDM Info berkata:

      Terima kasih Bu Surati

Comments are closed.