Anti Gagal! Cara Membuat Bibit Bawang Merah yang Benar

Bagi petani, kualitas bibit sangat menentukan keberhasilan budidaya bawang merah. Bibit yang sehat dan unggul mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi risiko serangan penyakit, serta menghasilkan panen yang lebih maksimal. Tak heran, jika Anda petani wajib memahami cara membuat bibit bawang merah yang tepat agar hasil budidaya lebih optimal dan biaya produksi bisa ditekan.
Pemahaman ini menjadi langkah awal Anda agar budidaya bawang merah berhasil serta terhindar dari berbagai penyakit di kemudian hari. Jadi, yuk, sebaiknya cari tahu cara membuat bibit bawang merah yang benar di bawah ini!


Cara Membuat Bibit Bawang Merah yang Tepat
Sebelum mulai budidaya bawang merah, Anda perlu membuat bibit yang berkualitas. Tujuannya sederhana, supaya bibit yang digunakan dalam budidaya atau saat tanam bisa cepat tumbuh subur.
Pilihan Perbanyakan Bibit
Pilihan perbanyakan bibit bawang merah dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan penggunaan biji botani atau dengan perbanyakan secara vegetatif. Lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:
Penggunaan Biji Botani True Seed Of Shallot (TSS)
Penggunaan biji botani atau biasa disebut true seed of shallot seringkali dipilih karena lebih mudah mendapatkan benihnya.
Selain itu, penggunaan benih ini juga dapat menjadi solusi ketika adanya serangan hama/penyakit yang berasal dari umbi.
Dengan menggunakan benih TSS ini, maka Anda bisa memutus mata rantai penyebaran penyakit akibat penyakit tular benih.
Selain itu, penggunaan true seed of shallot ini juga memiliki keunggulan lainnya.
Keunggulan penggunaan true seed of shallot diantaranya adalah mengurangi resiko penularan penyakit tular benih yang umum terjadi pada umbi, lebih mudah didapat di toko-toko pertanian, harga lebih terjangkau, praktis, dan memiliki umur simpan yang lama.
Meski begitu, penggunaan true seed of shallot ini juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah proses budidaya bawang merah menjadi lebih lama, membutuhkan tempat untuk penumbuhan benih yang cukup luas, dan daya tumbuh ketika dipindah tidak setinggi pada pembibitan menggunakan umbi (secara vegetatif).
Baca Juga: 5 Tahapan Cara Menanam Bawang Merah di Pot hingga Panen Secara Organik
Perbanyakan Secara Vegetatif
Perbanyakan secara vegetatif, atau yang biasa disebut dengan pembibitan menggunakan umbi adalah salah satu jenis pembibitan yang banyak dipilih oleh petani.
Selain karena dapat membenihkan secara mandiri, perbanyakan secara vegetatif ini juga lebih hemat biaya, waktu dan singkat dalam proses penanamannya dibandingkan dengan penggunaan true seed of shallot. Sebab, petani bisa memperbanyak sendiri benih bawang merah dari hasil panen yang lalu.


Cara Pemilihan Benih Bawang Merah
Jenis bibit bawang merah yang cocok untuk Anda budidayakan bisa saja berbeda dengan yang dibudidayakan oleh petani bawang merah di daerah lain. Ini berkaitan dengan syarat lokasi masing-masing jenis bawang merah.
Ada beberapa kriteria benih pilihan yang sesuai, inilah yang nantinya menunjang budidaya bawang merah agar menghasilkan panen lebih baik.
Selain karena faktor budidaya, Anda juga harus memperhatikan faktor pemasaran bawang merah.
Pilihlah jenis bawang merah yang diminati oleh pasar di daerah tempat tinggal Anda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini cara pemilihan benih bawang merah yang baik untuk Anda:
Pilih Varietas Yang Cocok Dibudidayakan Di Daerah Anda
Varietas masing-masing jenis bawang merah memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Umumnya, varietas ini berkaitan dengan ketahanan varietas tertentu terhadap serangan hama dan penyakit, syarat tumbuh berupa iklim, intensitas hujan, dan linnya.

Hal ini menjadi sangat penting, utamanya jika daerah Anda memiliki endemik serangan penyakit tertentu.
Maka, Anda harus memilih jenis varietas yang tahan terhadap serangan penyakit tersebut, agar tidak mengalami kerugian/gagal panen.
Pilih Benih Yang Cukup Umur Di Lapangan (>65 Hari)
Jika Anda melakukan pembibitan secara mandiri, maka umur bibit menjadi hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan.
- Pilihlah benih yang sudah cukup umur tanam atau cukup umur di lapangan.
- Umur yang disarankan adalah yang sudah lebih dari 65 HST. Meski begitu, yang direkomendasikan adalah bawang merah yang berumur 70-80 HST.
- Hal ini berkaitan dengan kematangan fisiologis pada bibit bawang merah. Semakin cukup umur umbi bawang merah, maka kondisi fisiologisnya akan semakin kuat.
Pilih Benih Yang Cukup Umur Simpan (3-4 Bulan)
- Umur simpan berkaitan dengan kadar air dan kesiapan umbi bawang merah untuk dijadikan benih atau bibit.
- Sangat disarankan untuk memilih benih bawang merah yang sudah disimpan selama 3-4 bulan. Dengan begitu, benih sudah cukup kering dan siap untuk dibibitkan.
Penampilan Segar, Sehat, Bernas, Kulit Umbi Tidak Luka, Berkilau Dan Cerah
- Secara kasat mata, tampilan benih yang unggul dan tidak sudah tampak. Usahakan untuk memilih umbi bawang merah yang memiliki tampilan segar, sehat, berkilau, cerah, tidak ada tanda-tanda serangan hama atau penyakit, serta kondisi kulitnya tampak utuh dan tidak terluka.
- Jangan pilih umbi yang memiliki cacat, meski itu adalah cacat minor/kecil. Seperti bekas perlubangan hama, serangan jamur, ataupun bekas luka.
- Sebab, cacat minor itu bisa menjadi salah satu pembawa penyakit pada benih ketika ditanam.
Umbi Berukuran Sedang (Diameter 1,5-1,8 Cm) Dan 2 Siung
- Ukuran umbi juga menentukan kualitas benih bawang merah. Sangat disarankan untuk tidak memilih umbi yang berukuran terlalu kecil atau terlalu besar.
- Sebab, ini sangat mempengaruhi terhadap daya tumbuh umbi bawang merah.
- Pilihlah umbi yang memiliki diameter antara 1,5-1,8 cm. Selain itu, pilihlah umbi yang memiliki 2 siung, agar jumlah tanamannya baik.
Baca Juga: 10 Cara Menanam Bawang Merah Skala Rumahan: Panduan Praktis untuk Pemula
Perlakuan Benih
Setelah memahami jenis dan cara memilih benih yang baik, kini saatnya untuk memberikan perlakuan terhadap benih yang sudah dipilih/di sortir.
Untuk cara menanam bawang merah dalam pot misalnya, perlu sekali untuk menyortir umbi bibit dengan benar.
Berikut ini cara perlakuan benih bawang merah yang harus Anda lakukan ketika sedang melakukan pembibitan:
Benih Dipreteli dan Dibersihkan dari Kulit Luar yang Mengelupas
Sebelum Anda membersihkan kulit luar bawang merah yang mengelupas, sangat disarankan untuk melakukan pemisahan antara umbi dan bekas batang bawang merah (di protoli).
Ini bertujuan untuk memisahkan umbi dari bekas batang yang kering, serta mempermudah proses perlakuan selanjutnya.
Kulit luar bawang merah sangatlah tipis, berlapis-lapis dan mudah mengelupas. Oleh sebab itu, Anda harus melakukan pembersihan terhadap kulit luar yang mengelupas. Ini bertujuan untuk mempermudah pertunasan ketika benih tersebut ditanam.
Rendam Benih untuk Mencegah Penyebaran Penyakit
Selanjutnya, Anda perlu merendam benih yang sudah dipilih dan dibersihkan sebelumnya. Agar benih semakin berkualitas, Anda bisa menambahkan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Spesialis Tanaman Pangan. Alasannya, POC GDM mengandung unsur hara makro-mikro, serta bakteri baik yang bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur maupun virus penyebab penyakit. Sehingga sangat efektif dalam mencegah penyakit tular benih.
Produk ini mengandung 7 jenis bakteri baik, diantaranya adalah Bacillus brevis, Bacillus pumilus, Bacillus mycoides, Klebsiella oxytoca, Micrococcus roseus, Pseudomonas mallei, dan Pseudomonas alcaligenes.
Seluruh bakteri ini akan berperan dalam membunuh bakteri jahat/patogen yang dapat membahayakan benih bawang merah.
Cara perendaman benih dilakukan dengan melarutkan 1 liter Dosis yang dianjurkan untuk perendaman benih adalah:
- Melarutkan 1 liter Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan kedalam 100 liter air. Ini adalah takaran untuk penanaman bawang merah seluas 1 ha lahan.
- Lakukan perendaman umbi benih kedalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan dan air tersebut selama 30 menit.
- Kemudian, angkat dan kering anginkan umbi benih tersebut ditempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Setelah kering, benih bisa langsung ditanam.
Perlakuan perendaman umbi dengan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ini selain dapat mempercepat proses pertunasan, mencegah penularan penyakit tular benih, juga dapat mempersingkat proses dan waktu persiapan benih. Sehingga Anda bisa dengan cepat menanam benih bawang merah.
Gunakan Pupuk Organik Cair (POC) GDM Pangan untuk Mengoptimalkan Kualitas Bibit Bawang Merah Anda!
Optimalkan pertumbuhan dan kualitas bibit bawang merah Anda sejak awal dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) GDM yang tepat. Bakteri baik dan 100% bahan organik pada Pupuk Organik Cair GDM bisa membantu mencegah berbagai penyakit yang mungkin bisa muncul pada saat perendaman benih
Nutrisi yang lengkap dan perawatan yang maksimal akan membantu bibit tumbuh lebih sehat, kuat, serta siap menghasilkan panen bawang merah yang lebih berkualitas.
Jangan ragu konsultasikan kebutuhan budidaya Anda bersama tim Ahli GDM. Tekan banner di bawah ini sekarang juga untuk mendapatkan solusi dan rekomendasi terbaik sesuai kondisi lahan dan tanaman Anda, Gratis!


















