Peternakan

6 Cara agar Ayam Mau Mengerami Telurnya dengan Tenang 

cara agar ayam mau mengerami telurnya

Tidak semua ayam betina secara alami mau duduk dan mengerami telurnya hingga menetas. Ada kalanya induk ayam terlihat gelisah, sering meninggalkan sarang, atau bahkan tidak menunjukkan naluri mengeram sama sekali. Lantas, bagaimanakah cara agar ayam mau mengerami telurnya dengan tenang?

Anda tidak perlu bingung, karena artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam cara agar ayam mau mengerami telurnya dengan tenang. Tidak hanya itu, Anda juga akan mengetahui berbagai penyebab ayam enggan mengeram serta solusi dan tips perawatan yang paling tepat untuk ayam saat masa mengeram.



Kenapa Ayam Tidak Mau Mengerami Telurnya? 

Sebelum mempelajari cara agar ayam mau mengerami telurnya, Anda perlu mengetahui bahwa ayam tidak mau mengerami telurnya umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang mendukung. Kandang yang terlalu ramai, bising, sering terganggu hewan lain, atau lokasi sarang yang tidak nyaman dapat membuat ayam merasa tidak aman dan enggan mengerami telurnya.

Selain itu, ayam yang terlalu muda, terlalu tua, atau sedang mengalami gangguan kesehatan cenderung tidak memiliki insting mengeram yang kuat. Kekurangan asupan protein, vitamin, dan mineral pun dapat memengaruhi hormon reproduksi sehingga ayam enggan mengerami telurnya secara konsisten. Karena itu, menerapkan cara agar ayam mau mengerami telurnya yang tepat menjadi langkah yang sangat penting.

Baca Juga: 5 Cara Ternak Ayam Elba Petelur dengan Nutrisi yang Tepat 

6 Cara Agar Ayam Mau Mengerami Telurnya

Agar telur dapat menetas dengan baik, induk ayam perlu merasa aman dan nyaman selama proses pengeraman. Berikut beberapa cara agar ayam mau mengerami telurnya dan tetap tenang di sarangnya.

Pilih Indukan yang Memiliki Naluri Mengeram

Tidak semua induk ayam memiliki sifat mengeram (broody) yang kuat. Oleh karena itu, pilih indukan yang memang menunjukkan tanda-tanda ingin mengeram, seperti sering duduk lama di sarang, mengembangkan bulu saat didekati, atau mengeluarkan suara khas saat terganggu. Memilih indukan dengan naluri alami yang baik akan meningkatkan peluang keberhasilan penetasan.

Sediakan Sarang yang Nyaman

Cara agar ayam mau mengerami telurnya yang paling efektif adalah dengan membuat sarang yang tenang, hangat, dan minim gangguan. Gunakan alas, seperti jerami kering atau sekam, agar telur tetap stabil dan tidak mudah bergeser. Letakkan sarang di tempat yang redup dan jauh dari lalu-lalang manusia maupun hewan lain agar ayam merasa aman saat mengeram.

Ciptakan Lingkungan Kandang yang Kondusif

Kondisi kandang yang terlalu bising, panas, atau padat dapat membuat ayam stres dan enggan mengeram. Pastikan ventilasi udara baik, suhu tidak terlalu ekstrem, serta kebersihan kandang selalu terjaga. Lingkungan yang nyaman akan membantu ayam lebih fokus dalam proses pengeraman.

Perhatikan Asupan Nutrisi

Ayam yang kekurangan nutrisi cenderung tidak memiliki energi cukup untuk mengerami telur selama 21 hari. Karena itu, berikan pakan berkualitas dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang seimbang. Tambahan suplemen atau probiotik juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh indukan tetap prima.

Gunakan Telur Pancing (Telur Tiruan)

Jika ayam belum yakin untuk mengeram, Anda dapat meletakkan beberapa telur tiruan atau telur asli di dalam sarang sebagai pemicu. Kehadiran telur dalam jumlah tertentu sering kali merangsang naluri mengeram pada ayam.

Batasi Gangguan Selama Masa Pengeraman

Setelah induk ayam mulai mengeram, hindari terlalu sering memindahkan telur atau mengganggunya. Pemeriksaan tetap boleh dilakukan, tetapi secukupnya saja. Semakin sedikit gangguan, semakin tenang ayam menjalani masa pengeraman hingga telur menetas.



5 Tips Merawat Ayam Saat Masa Mengeram

Selain mempraktikkan cara agar ayam mau mengerami telurnya di atas, Anda juga perlu memberikan perawatan yang tepat pada ayam saat masa mengeram. Ini dia beberapa tips merawat ayam saat masa mengeram yang tidak boleh Anda lewatkan sebagai peternak.

Pastikan Sarang Tetap Bersih dan Kering

Selama masa pengeraman, kebersihan sarang harus selalu terjaga. Gunakan alas seperti jerami atau sekam kering dan ganti jika sudah lembap atau kotor. Sarang yang bersih membantu menjaga suhu tetap stabil serta mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur yang dapat merusak telur.

Sediakan Pakan dan Air Minum yang Mudah Dijangkau

Indukan tetap membutuhkan asupan nutrisi meskipun lebih banyak menghabiskan waktu di sarang. Letakkan pakan dan air minum tidak jauh dari tempat mengeram agar ayam bisa makan dan minum dengan cepat lalu kembali ke sarang. Pastikan air selalu bersih untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Berikan Suplemen atau Vitamin Tambahan

Untuk menjaga kesehatan, stamina, dan daya tahan tubuh indukan, Anda dapat memberikan suplemen tambahan yang sudah banyak direkomendasikan oleh peternak ayam, yaitu Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan. Suplemen ini tidak akan memberikan efek samping pada induk ayam karena 100% terbuat dari bahan-bahan alami pilihan yang diolah dalam keadaan segar.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Minimalkan Gangguan dari Hewan Lain

Pastikan kandang terlindungi dari ancaman predator, seperti tikus atau kucing, yang dapat mengintai telur maupun indukan. Gangguan yang terjadi secara berulang dari hewan lain dapat memicu stres pada ayam sehingga ia merasa tidak aman dan berisiko meninggalkan sarang sebelum masa pengeraman selesai.

Pantau Kondisi Telur Secara Berkala

Seperti yang sudah dijelaskan dalam cara agar ayam mau mengerami telurnya di atas, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ringan untuk memastikan telur dalam kondisi baik dan tidak ada yang pecah atau busuk. Namun, lakukan dengan hati-hati dan cepat agar suhu telur tidak turun terlalu lama. Dengan pengawasan yang tepat, tingkat keberhasilan penetasan bisa lebih maksimal.

Petunjuk Pemakaian SOC GDM Peternakan untuk Mendukung Ayam Mau Mengerami Telurnya

Salah satu cara agar ayam mau mengerami telurnya dengan tenang adalah dengan memberikan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan sejak awal pemeliharaan. Petunjuk penggunaan SOC GDM Ternak untuk mendukung kebutuhan nutrisi dan kesehatan ayam bisa Anda simak di bawah ini.

Aplikasi I (4 Hari Setelah Chick In)

Pada tahap awal pemeliharaan, berikan SOC GDM Ternak sebanyak 0,3 ml/ekor/hari yang dicampurkan ke dalam air minum ayam. Aplikasi ini dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Pemberian sejak dini ini akan membantu memperkuat daya tahan tubuh, menstabilkan kondisi pencernaan, serta mendukung pertumbuhan ayam agar lebih sehat.

Aplikasi II (≥10 Hari – Panen)

Setelah ayam berumur ≥10 hari hingga masa panen, tetap berikan SOC GDM Ternak dengan dosis 0,3 ml/ekor/hari melalui air minum. Namun, pemberian dianjurkan pada sore hari agar penyerapan nutrisi lebih optimal dan ayam tidak mudah stres.

Dengan mengikuti panduan tersebut, induk ayam yang sedang mengerami telurnya dapat memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, kondisi fisik lebih stabil, dan tidak mudah stres selama masa pengeraman. Hal ini tentunya akan meningkatkan keberhasilan cara agar ayam mau mengerami telurnya secara alami dan optimal.

Bantu Indukan Ayam Lebih Tenang Saat Mengerami Telurnya dengan SOC GDM Peternakan

Dengan memberikan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan secara teratur, Anda dapat membantu menjaga stamina, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung kesehatan pencernaan ayam selama masa produksi dan pengeraman. Kondisi fisik yang prima akan membuat indukan ayam  lebih fokus di sarang dan meminimalkan risiko meninggalkan telur sebelum menetas.

Yuk, bantu indukan ayam Anda agar lebih tenang saat mengerami telurnya hanya dengan menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan. Cukup KLIK BANNER di bawah ini sekarang juga untuk mendapatkan SOC GDM Ternak dan penawaran menarik lainnya!



author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan