
Blog
5 Cara Merawat Sawit di Lahan Gambut dengan Pemupukan Efektif

Selama ini, banyak orang masih bertanya-tanya apakah tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di tanah gambut? Lalu, bagaimanakah cara merawat sawit di lahan gambut agar tetap sehat, produktif, dan mampu menghasilkan panen yang optimal?
Semua pertanyaan tersebut akan kami jawab dalam artikel ini, termasuk cara merawat sawit di lahan gambut dengan pemupukan yang paling efektif. Dengan ini, Anda dapat mengoptimalkan produktivitas kelapa sawit sehingga mampu menghasilkan tandan buah yang lebih maksimal.
Apakah Sawit Bisa Hidup di Tanah Gambut?
Kelapa sawit pada dasarnya bisa hidup dan dibudidayakan di tanah gambut, asalkan dikelola dengan teknik yang tepat. Salah satu kunci keberhasilannya adalah memahami cara merawat sawit di lahan gambut yang sesuai dengan karakteristik tanah. Dengan pengelolaan air, perbaikan kondisi tanah, dan pemupukan, tanaman sawit dapat tumbuh dengan baik.
Meski demikian, cara merawat sawit di lahan gambut tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena produktivitas tanaman sangat bergantung pada kualitas perawatannya. Pemupukan yang efektif dan berimbang menjadi kunci utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, sekaligus menjaga kondisi tanah tetap mendukung pertumbuhan akar. Tanpa pengelolaan yang optimal, sawit memang dapat hidup, tetapi hasil panen cenderung tidak maksimal.
Baca Juga: 4 Daftar Pupuk Akar dan Batang Sawit yang Efektif Optimalkan Pertumbuhan
Tantangan Budidaya Sawit di Lahan Gambut
Budidaya kelapa sawit di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri yang perlu dipahami sejak awal agar cara merawat sawit di lahan gambut dapat berjalan optimal. Berikut beberapa tantangan budidaya sawit di lahan gambut yang harus Anda ketahui.
- Tingkat keasaman tanah yang tinggi
- Kandungan unsur hara yang rendah
- Daya dukung dan stabilitas tanah yang lemah
- Risiko genangan air saat musim hujan
- Risiko kekeringan saat musim kemarau
- Mudah mengalami penurunan permukaan tanah
- Daya ikat akar yang lemah
- Ketersediaan air yang sulit dikontrol
- Tingginya risiko kebakaran lahan
- Rentan mengalami stres tanaman
- Efisiensi penyerapan pupuk yang rendah
- Biaya pengelolaan lahan yang relatif tinggi
Meskipun tantangannya tidak ringan, pengelolaan lahan gambut yang tepat dapat membantu tanaman sawit tumbuh lebih sehat dan produktif. Kunci keberhasilannya terletak pada perencanaan yang matang dan penerapan cara merawat sawit di lahan gambut dengan pemupukan yang efektif.

5 Cara Merawat Sawit di Lahan Gambut
Merawat kelapa sawit di lahan gambut memerlukan strategi khusus karena karakteristik tanahnya yang berbeda dengan tanah mineral. Berikut cara merawat sawit di lahan gambut yang bisa Anda terapkan.
Pengelolaan Tata Air yang Baik
Anda perlu memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan saat musim hujan, sekaligus menjaga tinggi muka air agar tanah tidak terlalu kering di musim kemarau. Tata air yang seimbang akan membantu akar sawit berkembang optimal dan mengurangi risiko stres tanaman.
Perbaikan dan Penjagaan pH Tanah
Tanah gambut umumnya memiliki pH yang sangat asam sehingga dapat menghambat penyerapan unsur hara. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengaplikasikan kapur dolomit atau bahan penetral lainnya sesuai rekomendasi. pH tanah yang lebih stabil akan meningkatkan efektivitas pupuk yang diberikan dan mendukung aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi pertumbuhan sawit.
Pemupukan Berimbang dan Tepat Sasaran
Pemupukan menjadi kunci dalam cara merawat sawit di lahan gambut karena kandungan unsur hara alaminya yang cenderung rendah. Penggunaan pupuk organik seperti Rangkaian Pupuk GDM dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sawit secara menyeluruh. Rangkaian pupuk ini terdiri dari 4 jenis pupuk yang saling melengkapi dan bekerja secara sinergis, yaitu sebagai berikut.
- GDM SAME: Berfungsi memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan populasi mikroba baik.
- GDM Black BOS: Membantu mempercepat penguraian bahan organik dan memperbaiki struktur tanah gambut.
- Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Kelapa Sawit (GDM Sawit): Berperan dalam mencukupi kebutuhan nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan sawit pada fase pertumbuhan dan produksi.
- Pupuk Organik Granule (POG): Membantu menyediakan nutrisi secara bertahap serta memperkuat sistem perakaran tanaman.
Pemeliharaan Tanaman Secara Rutin
Perawatan seperti pembersihan gulma, pemangkasan pelepah tua, dan pemantauan kondisi tanaman perlu dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan mengurangi persaingan unsur hara, meningkatkan sirkulasi udara, dan menjaga kesehatan tanaman sawit secara keseluruhan.
Pantau Kondisi Lahan dan Tanaman
Pemantauan rutin terhadap kondisi tanah, tinggi muka air, serta pertumbuhan tanaman sawit sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini. Dengan pemantauan yang baik, tindakan korektif seperti penyesuaian dosis pupuk atau perbaikan drainase dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Panduan Dosis Pupuk GDM yang Benar untuk Sawit di Lahan Gambut
Pemupukan dengan menggunakan Rangkaian Pupuk GDM merupakan salah satu kunci utama dalam cara merawat sawit di lahan gambut. Supaya pemupukan bisa berjalan efektif, ikutilah panduan penggunaan dosis pupuk GDM yang benar untuk sawit di lahan gambut seluas 1 hektare.
Isi Baby Bag (- 1 HST)
Cara merawat sawit di lahan gambut dengan menggunakan pupuk GDM dapat dimulai dari fase pre nursery. Pertama, Anda perlu mengolah media tanam bibit kelapa sawit di baby polybag dengan menggunakan GDM Black BOS. Larutkan 2 kg GDM Black BOS ke dalam 20 liter air hingga tercampur sempurna, kemudian aplikasikan larutan tersebut dengan cara disiramkan ke media tanam secara merata.
Perendaman Benih (0 HST)
Sebelum proses penanaman, benih kelapa sawit harus direndam terlebih dahulu dalam larutan GDM Sawit dengan takaran 1 liter yang dicampurkan ke dalam 10 liter air. Proses perendaman ini dilakukan kurang lebih selama 30 menit guna merangsang perkecambahan lebih cepat sekaligus mendukung pertumbuhan benih agar berkembang secara merata.
Pemupukan (0 – 3 Bulan)
Pada tiga bulan awal, lakukan pemberian GDM Sawit secara rutin setiap satu minggu sekali dengan dosis 0,5 liter untuk 200 bibit kelapa sawit. Pupuk terlebih dahulu dicampurkan ke dalam tangki berisi air bersih, kemudian diaplikasikan dengan cara disemprotkan secara merata ke seluruh bibit sawit.
Isi Polybag (- 6 HST)
Siapkan media tanam sebelum bibit kelapa sawit dipindahkan ke polybag yang berukuran lebih besar pada tahap main nursery. Persiapan dilakukan dengan melarutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air, lalu menyemprotkannya secara merata ke seluruh media tanam dalam polybag.
Pemupukan (3 – 12 Bulan)
Di tahap main nursery ini, pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali dengan menggunakan 1 liter GDM Sawit. Metode aplikasinya adalah dengan melarutkan 2 gelas GDM Sawit ke dalam satu tangki air, lalu menyiramkannya secara merata untuk setiap 100 bibit kelapa sawit.
Selanjutnya, taburkan POG GDM dengan dosis total 50 kg atau setara ±0,5 kg untuk tiap polybag. Setelah itu, larutkan 10 kg GDM Black BOS ke dalam 100 liter air dan semprotkan ke seluruh polybag secara merata. Untuk tahapan ini, pemberian POG GDM dan GDM Black BOS cukup dilakukan enam bulan sekali.
Saat Tanam (0 HST)
Setelah bibit kelapa sawit ditanam di lahan utama, tebarkan secara merata GDM SAME ke sekeliling pangkal tanaman dengan dosis total 150 kg atau sekitar 1 kg per lubang tanam. Selanjutnya, siram lubang tanam menggunakan larutan GDM Black BOS sebanyak 10 kg yang telah dilarutkan ke dalam 100 liter air. Terakhir, kocorkan POC GDM Sawit sebanyak 5 liter atau sekitar 35 ml per tanaman ke setiap lubang tanam.
TBM (0 – 3 Tahun)
Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), kelapa sawit memerlukan asupan nutrisi berupa 10 liter GDM Sawit, 280 liter POG, serta 10 kg GDM Black BOS. Pada tahap awal pertumbuhan, GDM Sawit diaplikasikan dengan takaran 70 ml per tanaman dan diberikan secara rutin setiap dua bulan sekali untuk mendukung perkembangan tanaman.
Selanjutnya, POG diaplikasikan dengan cara ditebar merata sebanyak 2 kg di sekeliling area piringan sawit. Adapun GDM Black BOS terlebih dahulu dilarutkan dengan air menggunakan perbandingan 1:10, lalu disiramkan secara merata pada piringan. Aplikasi POG dan GDM Black BOS pada fase TBM dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali guna menunjang pertumbuhan kelapa sawit agar lebih sehat dan optimal.
TM (≥ 3 Tahun)
Ketika kelapa sawit memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM), strategi pemupukan diarahkan untuk menunjang pembesaran dan penambahan berat buah. Pada tahap ini, gunakan 15 liter GDM Sawit, 7 liter GDM Sawit untuk injeksi, 350 liter POG, serta 10 kg GDM Black BOS.
Tahap awal dilakukan dengan penyiraman POC GDM Sawit sebanyak 100 ml pada setiap pohon, kemudian dilanjutkan dengan injeksi pada batang sawit sebanyak 50 ml per pohon yang diaplikasikan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Selanjutnya, POG diaplikasikan dengan cara ditebarkan merata di area piringan sawit dengan dosis 2,5 kg per tanaman.
Setelah itu, larutkan GDM Black BOS dengan air menggunakan perbandingan 1:10 dan siramkan secara merata ke piringan tanaman sawit. Sama dengan fase TBM, aplikasi POG dan GDM Black BOS pada fase TM ini juga dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali untuk mendukung proses pembesaran buah serta meningkatkan bobot tandan kelapa sawit.
Gunakan Pupuk GDM untuk Perawatan Sawit di Lahan Gambut yang Lebih Efektif!
Ayo, gunakan Rangkaian Pupuk GDM sebagai solusi tepat untuk mengatasi berbagai tantangan perawatan kelapa sawit di lahan gambut. Dengan formulasi 100% bahan-bahan organik berkualitas tinggi, rangkaian Pupuk GDM mampu memperbaiki kesuburan tanah gambut, menstabilkan pH, serta meningkatkan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sawit.
Jika Anda ingin perawatan sawit di lahan gambut menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, saatnya beralih ke Rangkaian Pupuk GDM. Caranya, langsung saja KLIK BANNER di bawah ini untuk terhubung dengan tim ahli GDM sekarang juga!



























