Peternakan

4 Cara Ternak Ayam KUB Petelur agar Lebih Produktif 

cara ternak ayam kub petelur

Produktivitas ayam KUB petelur sangat ditentukan oleh konsistensi perawatan sejak fase starter hingga masa produksi. Anda perlu memastikan pakan berkualitas, air minum bersih, serta manajemen kandang yang terjaga agar ayam tetap sehat dan aktif. 

Perawatan yang baik dapat terlihat dari pertumbuhan bobot yang stabil, bulu mengilap, serta tingkat stres yang rendah. Memahami cara ternak ayam kub petelur secara tepat membantu Anda mengoptimalkan potensi genetik ayam agar produksi telur lebih maksimal. 

Faktor kebersihan kandang, pencahayaan, dan kepadatan populasi juga berpengaruh langsung terhadap performa produksi. Dengan menerapkan cara ternak ayam kub petelur yang telah teruji, Anda dapat menjaga kontinuitas produksi telur secara lebih stabil dan menguntungkan.



Berapa Butir Ayam KUB bertelur dalam Setahun? 

Sebelum menerapkan cara ternak ayam kub petelur, penting untuk mengetahui peluang hasil telur yang dapat dihasilkan dari jenis ayam ini. Ayam KUB-1 mampu menghasilkan sekitar 160–180 butir telur per ekor per tahun, angka yang jauh melampaui ayam kampung biasa. 

Varian terbaru, Ayam KUB-2 Janaka, bahkan dapat mencapai hingga 200 butir per ekor per tahun dengan tingkat bertelur harian sekitar 60 persen. Ayam ini mulai bertelur relatif cepat, yakni pada usia 20–24 minggu, dengan sifat mengeram yang rendah sehingga siklus produksi lebih efisien. 

Rata-rata berat telur berkisar antara 36–45 gram per butir dan masa produktifnya dapat berlangsung hingga umur 72 minggu. Dengan memahami data produksi tersebut, Anda dapat menyusun strategi pakan dan manajemen kandang yang lebih presisi sebagai bagian dari cara ternak ayam kub petelur yang optimal.



4 Cara Ternak Ayam KUB Petelur

Produktivitas ayam KUB petelur sangat bergantung pada ketepatan manajemen sejak fase awal pemeliharaan. Berikut tahapan cara ternak ayam KUB petelur mulai dari awal hingga fase panen telur.

Persiapan Kandang dan Peralatan

Pada fase brooding usia 0–4 minggu, siapkan kandang boks tertutup yang hangat, kering, dan bebas angin langsung agar tidak mudah stres. Gunakan lampu pemanas dengan suhu sekitar 34°C pada minggu pertama, kemudian turunkan bertahap. 

Memasuki fase grower usia 1–3 bulan, pindahkan ayam ke kandang lantai tanah atau semen yang dilapisi sekam padi kering. Saat memasuki fase layer di atas 4 bulan, gunakan kandang baterai atau sistem litter dengan ventilasi baik.

Pemilihan DOC (Day Old Chick) Berkualitas

Pilih DOC ayam KUB yang tampak sehat, aktif bergerak, dan memiliki respons baik terhadap rangsangan sekitar. Pastikan kondisi fisik sempurna, tidak cacat, pusar kering, serta bulu tampak bersih dan mengilap. 

Sumber bibit sebaiknya berasal dari breeder terpercaya agar kualitas genetik dan riwayat kesehatannya jelas. Pemilihan bibit berkualitas dapat mendukung cara ternak ayam kub petelur memiliki produktivitas yang tinggi.

Beri Pakan Sesuai Fase Pertumbuhan

Pada fase starter usia 0–2 bulan, berikan pakan full pur atau konsentrat dengan kandungan protein di atas 20%. Memasuki fase grower usia 2–4 bulan, Anda dapat memberikan campuran pur, dedak, dan jagung dengan perbandingan 1:3:1.

Saat ayam memasuki fase layer di atas 4 bulan, gunakan ransum khusus petelur dengan komposisi konsentrat 35%, jagung 50%, dan dedak 15%. Sediakan air minum bersih secara adlibitum sepanjang hari agar proses metabolisme dan pembentukan telur berjalan optimal.

Pengelolaan Produksi

Ayam KUB umumnya mulai bertelur pada usia 4,5 hingga 5 bulan dengan performa yang relatif stabil. Sifat mengeram yang rendah membuat ayam lebih cepat kembali ke siklus produksi berikutnya. 

Lakukan panen telur setiap pagi atau sore hari untuk menjaga kebersihan dan kualitas cangkang. Dengan manajemen intensif yang konsisten, ayam KUB mampu menghasilkan sekitar 160–180 butir telur per ekor per tahun.

Baca Juga: 6 Cara agar Ayam Mau Mengerami Telurnya dengan Tenang 

5 Tips Merawat Ayam KUB Petelur Agar Lebih Produktif 

Perawatan ayam KUB petelur membutuhkan kedisiplinan dan perhatian pada detail kecil setiap hari. Ketika manajemen pakan, kandang, dan kesehatan berjalan seimbang, produksi telur cenderung lebih stabil dan optimal.

Jaga Kualitas Pakan dan Air Minum

Gunakan pakan berkualitas dengan kandungan protein sesuai fase pertumbuhan ayam. Campurkan jagung, bekatul, dan konsentrat agar nutrisi energi dan protein terpenuhi.

Berikan pakan secara terjadwal pagi dan sore untuk menjaga pola konsumsi stabil. Pastikan air minum selalu bersih, segar, dan tersedia tanpa jeda sepanjang hari.

Dukung Kebersihan dan Kenyamanan Kandang Ayam

Bersihkan kotoran setiap hari agar kelembapan kandang tetap terkendali. Atur kepadatan maksimal sepuluh ekor per meter persegi ayam dewasa.

Lakukan penyemprotan disinfektan berkala untuk menekan risiko penyebaran penyakit. Pastikan juga kandang memiliki sirkulasi udara yang lancar agar ayam tidak mudah stres.

Beri Pencahayaan yang Cukup

Tambahkan pencahayaan hingga 14–16 jam per hari untuk merangsang produksi. Gunakan lampu kandang terutama pada sore hingga malam hari.

Pantau bobot ayam menjelang usia 4–5 bulan secara rutin. Hindari ayam terlalu gemuk karena dapat menurunkan kualitas produksi telur.

Dukung Kesehatan Secara Rutin

Ikuti jadwal vaksinasi sesuai umur untuk mencegah penyakit menular. Amati kondisi ayam setiap hari agar gejala sakit terdeteksi lebih cepat.

Pisahkan ayam kurang produktif agar tidak membebani populasi kandang. Langkah ini mendukung keberhasilan cara ternak ayam kub petelur secara konsisten.

Beri Suplemen Organik Khusus Ternak

Tambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan secara teratur pada air minum. Kandungan probiotik dan nutrisi alaminya membantu menjaga kesehatan pencernaan ayam. Dibandingkan dengan obat atau vitamin kimiawi, SOC GDM lebih unggul karena minim efek samping bagi ternak, justru bisa meningkatkan pertumbuhan serta mencegah risiko sakit.

Hasilnya, ayam yang memiliki pencernaan lebih optimal cenderung memiliki nafsu makan lebih baik. Penggunaan rutin memperkuat hasil dari cara ternak ayam kub petelur yang Anda terapkan.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Panduan Aplikasi SOC Ternak GDM Ayam KUB Petelur agar Lebih Sehat

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan sangat membantu mendukung perawatan Ayam KUB petelur agar lebih sehat. Adapun penggunaan suplemen pada cara ternak ayam kub petelur bisa Anda lakukan dengan panduan berikut ini:

Aplikasi 1

Berikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan sebanyak 300ml atau 0,3ml per ekor. Aplikasikan suplemen organik ini sejak fase awal yaitu setelah ayam berusia 4 hari chick in.

Aplikasi 2 

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan dengan dosis yang sama setelah ayam berusia lebih dari 10 hari. Aplikasikan secara rutin setiap sore hari hingga ayam berhasil panen telur.

Optimalkan Produktivitas Ayam KUB Petelur Anda dengan SOC GDM Ternak

Produktivitas ayam KUB dapat meningkat ketika kebutuhan nutrisi dan kesehatannya terpenuhi secara konsisten. Melalui penerapan cara ternak ayam kub petelur dengan dukungan suplemen, performa ayam menjadi lebih stabil dari fase grower hingga layer. 

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan  membantu meningkatkan nafsu makan, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta menjaga daya tahan tubuh ayam tetap optimal setiap hari. Dukungan perawatan dengan suplementasi organik berkualitas akan memperkuat hasil produksi telur Anda.

Ingin hasil lebih maksimal dan ayam panen telur berjumlah banyak? Klik banner di bawah sekarang dan konsultasikan langsung kebutuhan kandang Anda bersama tim ahli GDM!



author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan