Peternakan

7 Cara Ternak Ayam Kampung yang Menguntungkan untuk Pemula

cara ternak ayam kampung

Usaha ternak ayam kampung menjadi pilihan banyak peternak karena peluang keuntungannya yang cukup menjanjikan. Permintaan daging dan telur ayam kampung terus meningkat seiring kesadaran masyarakat terhadap pangan yang lebih alami dan sehat.

Modal yang relatif terjangkau membuat usaha ini bisa dijalankan dari mulai skala rumahan dan komersial. Meski terlihat sederhana, ternak ayam kampung tetap membutuhkan pemahaman dasar agar hasilnya optimal. Pasalnya, keberhasilan usaha ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

Misalnya, pemberian pakan yang sesuai kebutuhan ayam, kualitas bibit, hingga metode perawatan yang digunakan. Untuk mengetahui cara ternak ayam kampung dengan lengkap dan praktis, simak pembahasan lengkapnya di artikel ini. 

Bisnis Ternak Ayam Kampung

Ternak ayam kampung rumahan kini menjadi usaha yang semakin menjanjikan. Permintaan pasar terus meningkat, bukan hanya karena telurnya sering dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional, tetapi juga karena daging ayam kampung dinilai lebih sehat dan memiliki cita rasa khas. 

Tingginya minat konsumen inilah yang membuat harga ayam kampung relatif lebih mahal di pasaran. Kondisi ini tentu menjadi peluang besar bagi Anda yang ingin memulai ternak ayam kampung sebagai pemula. Bahkan dari data Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia dalam 10 tahun terakhir (2014–2023), konsumsi daging ayam di Indonesia menunjukkan tren meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 7,44% per tahun. 

Pada tahun 2014, konsumsi daging ayam ras tercatat sebesar 3,96 kg per kapita per tahun. Angka ini naik signifikan menjadi 7,46 kg per kapita per tahun pada 2023. Artinya, konsumsi hampir dua kali lipat dalam satu dekade. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan pasar terhadap produk unggas terus berkembang, membuat peluang usaha di sektor peternakan, termasuk ayam kampung, semakin terbuka lebar.



Faktor lainnya, fluktuasi harga ayam broiler yang cenderung dinamis membuat sebagian peternak mulai beralih ke ayam kampung. Selain harga jualnya lebih tinggi, ayam kampung juga dikenal lebih fleksibel dalam perawatan.

Anda tidak harus memiliki lahan luas untuk memulai. Lahan di sekitar tempat tinggal sudah cukup untuk tahap awal. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pemula yang ingin terjun ke dunia peternakan dengan modal yang lebih terjangkau.

Dari sisi pemasaran, ayam kampung memiliki daya jual tinggi. Selain dipasarkan melalui pedagang pasar tradisional, banyak restoran yang menyajikan menu khas Nusantara membutuhkan stok ayam kampung dalam jumlah besar dan berkelanjutan. 

Dengan permintaan yang stabil dan harga yang kompetitif, bisnis ternak ayam kampung bisa menjadi langkah strategis untuk membangun usaha peternakan yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Cara Ternak Ayam Kampung Efektif yang Cepat Panen 

Dalam usaha ternak ayam kampung, produktivita tak hanya ditentukan jumlah ayam ayng dipelihara, tetapi juga manajemen awal yang tepat. Banyak pternak pemula gagal berkembang karena kurang memperhatikan aspek dasar seperti kandang dan bibit. 

Padahal, dengan perencanaan yang baik, ternak ayam kampu bisa memberi hasil panen yang lebih maksimal. Oleh karena itu, berikut kunci penting ternak ayam kampung yang perlu dipahami. 

Pemilihan Ukuran Kandang Ayam Kampung 

Ukuran dan kondisi kandang memegang peranan penting dalam keberhasilan ternak ayam kampung, terutama jika dipelihara dalam jumlah cukup banyak. Untuk kapasitas sekitar 100 ekor, kandang harus memenuhi standar dasar agar ayam dapat tumbuh sehat, nyaman, dan produktif. Beberapa syarat utama dalam menentukan lokasi dan ukuran kandang ayam kampung antara lain:

  • Jarak kandang dengan pemukiman penduduk minimal 5 meter.
  • Lokasi kandang mendapatkan sinar matahari pagi secara optimal.
  • Sirkulasi udara di dalam kandang berjalan dengan baik.
  • Kondisi kandang kering dan tidak lembap untuk mencegah penyakit.
  • Lokasi sebaiknya rindang dan tidak terhalang bangunan lain agar aliran udara lancar.

Kebersihan kandang juga harus menjadi perhatian utama. Pembersihan dan penyemprotan kandang beserta peralatan menggunakan desinfektan khusus ternak perlu dilakukan secara rutin agar kandang bersih dan ayam terlindungi dari penyakit. 

Untuk ternak ayam kampung sebanyak 100 ekor, ukuran kandang yang umum digunakan adalah 4×5 meter atau 7 x3 meter. Ukuran ini bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Idealnya, setiap 1 m² kandang diisi sekitar 45–55 ekor DOC. 

Model kandang yang dianjurkan adalah kandang postal dengan lantai yang dilapisi litter berupa campuran sekam, serbuk gergaji, dan kapur dengan ketebalan sekitar 15 cm. Atap kandang dapat menggunakan genteng atau asbes dengan lubang ventilasi di bagian puncak. 

Suhu kandang dijaga agar tidak terlalu panas atau dingin, dengan kisaran ideal sekitar 30°C. Selain itu, kandang perlu dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat pakan dan air minum dari bahan anti karat, misalnya bambu, plastik, atau paralon.

Baca Juga: “Usaha Ayam Kampung 100 Ekor, Apakah Menguntungkan?

Cara Memilih Bibit Ayam Kampung 

Pemilihan bibit merupakan tahap awal yang sangat menentukan keberhasilan ternak ayam kampung. Bibit ayam kampung umumnya tidak dijual secara resmi seperti ayam ras, sehingga Anda bisa memperolehnya dari pembibit ayam kampung di sekitar tempat tinggal. 

Alternatif lainnya adalah membeli telur tetas ayam kampung dan menetaskannya sendiri menggunakan mesin tetas. Cara ini memang membutuhkan waktu lebih lama, namun dapat menghasilkan anakan dalam jumlah cukup banyak. Adapun metode yang digunakan, pastikan bibit yang dipilih benar-benar berkualitas. Bibit ayam kampung yang baik umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Dapat berdiri tegap dan aktif bergerak.
  • Tidak memiliki cacat fisik.
  • Gerakan lincah dan tampak sehat.
  • Mata bersinar dan tidak sayu.
  • Pusar terserap sempurna.
  • Bulu bersih dan mengkilap.
  • Ukuran tubuh relatif seragam.

Jika Anda menetaskan telur sendiri, keuntungannya adalah dapat memastikan telur menetas pada waktu yang normal, tidak terlalu cepat maupun terlambat. Keseragaman anakan juga memudahkan proses perawatan selanjutnya. Bibit ayam kampung yang sehat dan berkualitas akan sangat membantu dalam tahap pemeliharaan berikutnya, terutama dalam menentukan pakan ternak ayam kampung yang tepat dan efisien.

cara ternak ayam kampung

Cara Memilih Pakan Ternak Ayam Kampung 

Pakan ternak ayam kampung pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pakan ayam ras. Namun, jika Anda menjalankan ternak ayam kampung rumahan, penggunaan pakan pabrikan secara penuh justru bisa membuat biaya produksi membengkak. 

Agar pakan yang diberikan dapat menunjang pertumbuhan ayam sekaligus menekan biaya pakan, Anda perlu memahami jenis pakan berdasarkan fungsi nutrisinya. Secara umum, pakan ternak ayam kampung dibagi menjadi pakan sumber energi, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral.

Pakan sebagai Sumber Energi

Pakan sumber energi berfungsi sebagai pemasok kalori untuk aktivitas dan pertumbuhan ayam kampung. Kelebihan pakan jenis ini adalah mudah didapat dan harganya relatif murah karena dapat memanfaatkan sumber daya di sekitar lingkungan. Syarat pakan sumber energi yang baik:

  • Mengandung protein kasar kurang dari 20%.
  • Kandungan serat kasar di bawah 18%.
  • Mudah diperoleh di sekitar lingkungan.
  • Harga terjangkau dan ekonomis.

Fokus utama dalam memilih pakan sumber energi adalah kandungan kalori yang cukup dengan biaya serendah mungkin. Contoh pakan sumber energi yaitu limbah penggilingan seperti dedak, bekatul, limbah makanan seperti roti atau mi kedaluwarsa, biji-bijian seperti jagung dan sorgum, ketela rambat, dan pakan hijau seperti rumput gajah dan rumput setaria. 

Pakan sebagai Sumber Protein

Selain energi, ayam kampung juga membutuhkan protein untuk menunjang pertumbuhan, pembentukan otot, serta meningkatkan produksi telur. Pakan sumber protein memiliki peran penting, namun perlu diberikan dengan perhitungan karena harganya cenderung lebih mahal.

Pakan sumber protein yang paling umum digunakan adalah konsentrat. Namun, untuk menekan biaya, Anda bisa memanfaatkan bahan pakan alternatif yang tetap tinggi protein. Syarat pakan sumber protein yaitu mengandung protein lebih dari 20%, berasal dari bahan nabati maupun hewani, dan mudah didapat dan lebih ekonomis. 

Contoh pakan sumber protein yaitu bungkil kelapa, bungkil kedelai, lamtoro, turi, kaliandra, sentri, gamal, tepung ikan, tepung darah, dan sejenisnya. 

Pakan Sebagai Sumber Vitamin dan Mineral 

Vitamin dan mineral tidak kalah penting dalam ternak ayam kampung rumahan. Umumnya, pakan sumber energi dan protein belum mampu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral secara lengkap. Kekurangan unsur ini dapat menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat dan produksi telur menurun.

Oleh karena itu, peternak disarankan menambahkan suplemen yang mengandung vitamin dan mineral lengkap, seperti Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan. Suplemen ini banyak digunakan oleh peternak ayam kampung untuk menunjang kesehatan dan produktivitas ternak.

Manfaat suplemen organik cair GDM Spesialis Peternakan antara lain mengandung multivitamin lengkap untuk memenuhi kebutuhan vitamin ayam kampung, mengundang mineral esensial dan non-esensial yang membantu meningkatkan produksi telur. Selain itu, SOC GDM akan memperbaiki sistem pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi pakan jadi lebih optimal.


Suplemen Organik Cair GDM
Spesialis Peternakan
  • Meningkatkan Antibodi dan Menangkal Penyakit
  • Menyediakan Nutrisi Lengkap untuk Ternak
  • Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen
  • Mengurangi Bau Amoniak pada Kotoran
  • Mengurangi Stress pada Hewan Ternak

Takaran dan Cara Pemberian Pakan Ternak Ayam Kampung 

Setelah memilih pakan ternak yang paling sesuai, baik dari segi harga, kandungan nutrisi, maupun kemudahan mendapatkannya, langkah selanjutnya adalah memberikan pakan dengan cara yang tepat. Pemberian pakan yang sesuai kebutuhan dan umur ayam kampung sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas ternak.

Takaran Pemberian Pakan Ayam Kampung

Agar pertumbuhan ayam kampung optimal, pakan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, yaitu mengandung protein kasar minimal 12% dan energi metabolisme sekitar 2.500 Kkal/kg. 

Selain itu, jumlah pakan perlu disesuaikan dengan umur ayam karena kebutuhan nutrisi akan terus meningkat seiring pertambahan usia. Berikut perkiraan kebutuhan pakan ayam kampung berdasarkan umur:

  • Umur 1 minggu: ±7 gram/ekor/hari
  • Umur 2 minggu: ±19 gram/ekor/hari
  • Umur 3 minggu: ±34 gram/ekor/hari
  • Umur 4 minggu: ±47 gram/ekor/hari
  • Umur 5 minggu: ±58 gram/ekor/hari
  • Umur 6 minggu: ±66 gram/ekor/hari
  • Umur 7 minggu: ±72 gram/ekor/hari
  • Umur 8 minggu: ±74 gram/ekor/hari

Takaran ini bersifat perkiraan dan dapat disesuaikan dengan kondisi ayam, lingkungan kandang, serta sistem pemeliharaan yang diterapkan.

Cara Memberikan Pakan Sesuai Umur

Selain jumlah pakan, cara pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan usia ayam kampung agar mudah dikonsumsi dan tidak banyak terbuang.

Pemberian Pakan Ayam Kampung Umur 1–6 Hari

Pada umur 1–6 hari, anak ayam masih sangat sensitif dan membutuhkan pakan yang mudah dijangkau. Pakan dapat ditaburkan di lantai kandang yang bersih atau diberikan melalui wadah dengan tinggi sekitar 2–3 cm. Jenis pakan yang dianjurkan adalah pakan komersial berupa ransum ayam ras starter karena kandungan nutrisinya sudah sesuai untuk fase awal pertumbuhan.

Pemberian Pakan Ayam Kampung Umur 7 Hari–1 Bulan

Untuk ayam kampung berumur 7 hari hingga 1 bulan, pakan diberikan menggunakan wadah yang mudah dijangkau ayam. Pada fase ini, pakan dapat berupa campuran ransum ayam ras starter dengan bahan pakan lokal seperti bekatul, dedak halus, atau jagung giling halus. Perbandingan yang umum digunakan adalah 1:1 agar nutrisi tetap seimbang dan biaya pakan lebih hemat.

Pemberian Pakan Ayam Kampung Umur di Atas 2 Bulan

Ayam kampung yang berumur di atas 2 bulan sudah dapat diberikan pakan pada wadah pakan ayam dewasa. Jenis pakan yang digunakan lebih bervariasi, namun tetap mengutamakan keseimbangan antara sumber energi dan sumber protein. Beberapa contoh formulasi pakan ayam kampung umur di atas 2 bulan antara lain:

  • Dedak halus, jagung giling, dan konsentrat (3:1:1).
  • Gabah, gaplek, dan tepung ikan (3:1:1).
  • Konsentrat, dedak halus, jagung giling, hijauan, dan grit (1:4:3:1:1).

Dengan pengaturan takaran dan cara pemberian pakan yang tepat sesuai umur, ternak ayam kampung dapat tumbuh lebih sehat, cepat besar, dan siap panen dengan hasil yang maksimal.

Baca Juga: “5 Perbedaan Ayam Bangkok dan Ayam Kampung, Awas Tertukar!

Panduan Pemberian Suplemen GDM untuk Ternak Ayam Kampung

Ada banyak jenis suplemen yang beredar di pasaran dan bisa diberikan pada ternak ayam kampung. Namun, tak semua suplemen cocok untuk digunakan secara rutin. Beberapa hal penting yang perlu lebih selektif dalam memilih suplemen agar manfaatnya benar-benar optimal dan aman untuk ternak. 

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih suplemen ayam kampung antara lain terbuat dari bahan organik, mengandung mineral lengkap, mengandung vitamin lengkap atau multivitamin, dan mengandung bakteri baik. 

Salah satu pilihan suplemen yang memenuhi kriteria tersebut adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan. Suplemen ini berbahan organik dan diformulasikan dengan mineral lengkap, multivitamin, serta bakteri baik. Dengan pemberian yang rutin, ayam kampung dapat tumbuh lebih cepat, produksi telur meningkat, dan daya tahan tubuh terhadap penyakit menjadi lebih baik.

Cara pengaplikasiannya pun sangat mudah. Anda cukup mencampurkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan ke dalam air minum ternak dengan dosis 0,3 ml per ekor atau 30 ml untuk 100 ekor ayam. Aplikasi dilakukan setiap hari, sebaiknya pada pagi atau sore hari, agar penyerapan nutrisi berlangsung lebih optimal.

Cara Memelihara Ternak Ayam Kampung 

Cara memelihara ayam kampung dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peternak, mulai dari kemampuan finansial, kesiapan sumber daya manusia, kondisi kandang, hingga tujuan beternak. 

Tidak ada satu sistem yang paling benar, karena setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Secara umum, sistem pemeliharaan ayam kampung dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

Sistem ekstensif (tradisional)

Ayam kampung dipelihara dengan cara diumbar dan hanya diberi pakan tanpa pengaturan yang jelas. Kontrol pakan dan penjagaan biosecurity masih sangat minim, sehingga risiko penyakit dan pertumbuhan yang tidak seragam cukup tinggi.

Sistem semi intensif

Pada sistem ini, ayam kampung sudah dipelihara dengan pengaturan pakan dan perawatan kesehatan yang lebih baik. Meski belum sepenuhnya ketat, sistem semi intensif mampu meningkatkan pertumbuhan dan menekan risiko penyakit dibanding sistem tradisional.

Sistem intensif

Sistem pemeliharaan dilakukan dengan kontrol yang ketat. Ayam kampung dikandangkan seperti ayam ras, dengan pengaturan pakan, kebersihan, serta kesehatan yang terjadwal dan terpantau. Sistem ini umumnya menghasilkan produktivitas daging dan telur yang lebih tinggi.

Pemilihan sistem pemeliharaan ayam kampung tentu harus disesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana yang Anda miliki. Namun, perlu diingat bahwa semakin intensif sistem pemeliharaan yang diterapkan, maka potensi produktivitas ayam kampung, baik dari segi daging maupun telur, juga akan semakin optimal.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Ternak Ayam Kampung 

Pengendalian hama dan penyakit merupakan bagian penting dalam usaha ternak ayam kampung. Tanpa pengelolaan yang baik, serangan hama maupun penyakit dapat menyebabkan pertumbuhan ayam terganggu, produksi telur menurun, bahkan menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

Hama seperti tikus atau hewan liar lainnya, serta penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus, pada dasarnya memiliki dampak yang sama, yaitu menurunkan kesehatan dan produktivitas ternak. 

Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak awal secara rutin dan berkelanjutan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit pada ayam kampung:

  • Menjaga sanitasi kandang, peralatan, serta kebersihan peternak atau anak kandang agar sumber penyakit dapat diminimalkan.
  • Memberikan pakan dan suplemen yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sehingga daya tahan tubuh ayam tetap optimal.
  • Melakukan vaksinasi secara teratur sesuai jadwal untuk mencegah penyakit menular.
  • Menerapkan biosecurity, seperti pembersihan dan desinfeksi kandang secara rutin, agar penyakit tidak mudah masuk dan menyebar.
  • Melakukan kontrol terhadap hama dan hewan lain yang berpotensi mengganggu atau membawa bibit penyakit ke dalam kandang.
  • Memberikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan untuk membantu meningkatkan sistem imun ternak serta menekan risiko serangan penyakit.

Dengan penerapan pengendalian hama dan penyakit yang tepat, ternak ayam kampung dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan terhindar dari risiko kerugian akibat kematian atau penurunan hasil ternak.

Maksimalkan Panen Ayam Kampung dengan Dukungan Suplemen Organik Cair GDM

Ternak ayam kampung akan memberikan hasil maksimal jika dikelola dengan manajemenn yang tepat. Mulai dari pemilihan kandang, bibit, pakan, hingga sistem pemeliharaan dan pengendalian penyakit. Setiap tahap saling berkaitan dan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas daging dan telur ayam kampung. 

Jika Anda ingin mendapatkan panduan yang lebih tepat sesuai kondisi ternak dan sistem pemeliharaan yang digunakan, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan tim GDM. Tim GDM siap membantu Anda menentukan strategi perawatan dan penggunaan SOC GDM agar hasil ternak ayam kampung semakin optimal dan menguntungkan.



author-avatar

About drh. Karinadintha Marsya Rachman

Konsultan Dalam Bidang Peternakan Hingga Hewan Peliharaan

One thought on “7 Cara Ternak Ayam Kampung yang Menguntungkan untuk Pemula

  1. Darino berkata:

    TERIMA KASIH ATAS ULASANNYA SANGAT MEMBANTU DAN MENGINSPIRASI….

Comments are closed.