
Blog
6 Penyebab, Gejala, & Cara Mengobati Berak Kapur pada Ayam

Berak kapur merupakan salah satu penyakit yang cukup sering menyerang ayam dan bisa menurunkan produktivitas ternak dengan cepat. Jika Anda memahami penyebab dan gejalanya sejak awal, cara mengobati berak kapur pada ayam bisa dilakukan lebih efektif agar kondisi kandang tetap sehat dan aman.
Namun, penanganan pada penyakit berak kapur ini juga harus dilakukan secara rutin dan tekun agar proses pemulihan ayam menjadi lebih cepat. Karena itu, simaklah penyebab, gejala, dan cara mengobati berak kapur pada ayam yang paling mudah dan praktis dalam artikel ini!
6 Penyebab Penyakit Berak Kapur pada Ayam
Sebelum mempraktikkan cara mengobati berak kapur pada ayam, Anda perlu mengetahui hal-hal yang menjadi dalang dari munculnya penyakit berak kapur. Dengan mengetahui penyebab penyakit berak kapur pada ayam ini, Anda dapat melakukan penanganan dengan cara yang lebih tepat.
Infeksi Bakteri Salmonella
Penyebab utama berak kapur adalah infeksi bakteri Salmonella pullorum. Bakteri ini menyerang saluran pencernaan ayam dan menyebabkan peradangan usus sehingga feses berubah menjadi putih seperti kapur. Infeksinya dapat menyebar cepat, terutama pada anak ayam yang masih memiliki daya tahan tubuh lemah.
Penularan dari Induk ke Anak
Bakteri Salmonella pullorum dapat menular dari induk betina yang terinfeksi langsung ke telur. Anak ayam yang menetas dari telur tersebut sudah membawa bakteri sejak lahir sehingga risiko kematian dan penyebaran penyakit akan semakin meningkat di kandang pembibitan, terutama jika cara mengobati berak kapur pada ayam tidak segera dilakukan.
Lingkungan Kandang yang Kotor dan Lembap
Lingkungan kandang yang kotor, lembap, dan penuh kotoran menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Jika kebersihan tidak dijaga, ayam lebih mudah terpapar bakteri penyebab berak kapur melalui pakan, minum, atau lantai kandang yang tercemar.
Baca Juga: 10 Manfaat Tomat untuk Ayam Aduan, Dukung Hewan Lebih Gacor & Bertenaga
Peralatan, Pakan, dan Air yang Terkontaminasi
Tempat pakan, tempat minum, dan peralatan kandang yang tidak disterilkan dapat menjadi media penularan. Bakteri penyebab penyakit berak kapur juga dapat berpindah dari satu ayam ke ayam lain melalui konsumsi pakan atau air yang tercemar.
Sistem Manajemen Ternak yang Buruk
Manajemen ternak yang kurang baik, seperti kepadatan kandang yang terlalu tinggi, ventilasi minim, dan jarang dilakukan biosekuriti, dapat mempercepat penyebaran bakteri. Minimnya kontrol kesehatan juga dapat membuat penyakit ini tidak terdeteksi sejak awal sehingga infeksinya bisa semakin parah di kemudian hari.
Stres dan Penurunan Sistem Imun Ayam
Ayam yang mengalami stres (akibat perubahan cuaca, kepadatan kandang, atau pakan yang tidak sesuai) lebih rentan terserang penyakit. Saat sistem imun melemah, bakteri penyebab berak kapur lebih mudah berkembang dan menyebabkan infeksi parah.

Gejala Munculnya Berak Kapur pada Ayam
Gejala berak kapur perlu Anda kenali sedini mungkin agar penanganan atau cara mengobati berak kapur pada ayam bisa dilakukan sebelum infeksinya menyebar. Berikut beberapa gejala munculnya berak kapur pada ayam yang bisa Anda temui.
- Feses berwarna putih seperti kapur
- Bulu terlihat kusam dan mengembang
- Nafsu makan menurun
- Ayam tampak lesu dan kurang aktif
- Pernapasan tidak stabil atau terengah
- Sayap terkulai
- Pertumbuhan anak ayam terhambat
- Kematian mendadak pada anak ayam
Mengetahui berbagai gejala ini akan membantu Anda mengambil langkah cepat sebelum kondisi ayam memburuk. Dengan pemahaman yang tepat, cara mengobati berak kapur pada ayam dapat diterapkan secara lebih terarah untuk meminimalkan risiko kerugian.

6 Cara Mengobati Berak Kapur pada Ayam
Berak kapur pada ayam harus diatasi dengan langkah pengobatan yang tepat dan konsisten agar penyebarannya tidak semakin meluas. Berikut beberapa cara mengobati berak kapur pada ayam yang dapat Anda terapkan.
Berikan Antibiotik yang Tepat
Pemberian antibiotik menjadi langkah utama dalam cara mengobati berak kapur pada ayam. Anda dapat menggunakan jenis antibiotik yang umum direkomendasikan oleh dokter hewan untuk mengatasi bakteri gram negatif. Namun, pemberian antibiotik perlu disesuaikan dengan dosis anjuran, usia ayam, serta tingkat keparahan penyakit agar proses penyembuhan lebih efektif dan aman.
Isolasi Ayam yang Terinfeksi
Ayam yang menunjukkan gejala berak kapur harus segera dipisahkan dari kelompok ayam sehat untuk mencegah penyebaran bakteri. Isolasi dilakukan dengan menempatkan ayam sakit di kandang khusus yang bersih, kering, dan memiliki ventilasi baik. Dengan cara ini, risiko penularan melalui kotoran, air minum, atau kontak langsung dapat ditekan secara signifikan sehingga kelompok ayam sehat tidak tertular.
Jaga Kebersihan Kandang Secara Intensif
Lingkungan kandang yang bersih sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan. Kotoran ayam harus dibersihkan setiap hari, lantai kandang disemprot desinfektan, dan peralatan makan serta minum harus dicuci secara rutin. Sanitasi yang terjaga akan membantu menurunkan populasi bakteri serta mencegah ayam kembali terpapar patogen yang sama selama masa pemulihan.
Tingkatkan Kualitas Pakan dan Air Minum
Penyembuhan akan lebih cepat apabila ayam mendapatkan pakan berkualitas dan air minum yang higienis. Gunakan pakan yang mudah dicerna dan tidak berjamur agar sistem pencernaan ayam tidak semakin terbebani. Air minum harus diganti secara berkala untuk mencegah kontaminasi bakteri. Dengan nutrisi yang baik, kekuatan tubuh ayam akan meningkat sehingga mampu melawan infeksi dengan lebih efektif.
Berikan Suplemen atau Nutrisi Tambahan
Suplemen tambahan berperan penting dalam mempercepat pemulihan ayam dari infeksi bakteri penyebab berak kapur. Supaya tidak salah pilih, gunakan saja Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Peternakan yang mampu meningkatkan keseimbangan mikroflora usus sehingga ayam lebih cepat pulih dan terhindar dari infeksi bakteri penyebab berak kapur.
Jalankan Biosekuriti yang Ketat
Biosekuriti perlu dijalankan secara konsisten untuk mencegah penyebaran bakteri selama ayam dalam masa pemulihan. Langkah-langkahnya, meliputi pembatasan akses ke area kandang, menyediakan tempat cuci kaki, serta memastikan pakan dan air minum selalu terlindungi dari kontaminasi. Dengan penerapan biosekuriti yang menyeluruh dan ketat, kondisi kandang akan menjadi lebih aman dan risiko infeksi ulang dapat ditekan secara maksimal.
Dosis Pemakaian SOC GDM Peternakan untuk Mengobati Berak Kapur pada Ayam
Salah satu cara mengobati berak kapur pada ayam yang paling efektif adalah dengan menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Peternakan. Suplemen probiotik berbahan organik ini berfungsi meningkatkan kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, serta mempercepat pemulihan ayam dari berbagai penyakit, termasuk berak kapur. Kandungan mikroorganisme baik di dalamnya membantu menekan perkembangan bakteri patogen sekaligus memperbaiki kondisi saluran pencernaan ayam yang terinfeksi.
Untuk pengobatan berak kapur, cukup berikan SOC GDM Peternakan dengan dosis 0,3 ml/ekor/hari ke dalam air minum ayam. Untuk ayam umur 4 hari setelah chick in, suplemen dapat diberikan pagi atau sore hari. Sementara untuk ayam umur 10 hari hingga panen, sebaiknya suplemen diberikan saat sore hari saja. Dengan cara mengobati berak kapur pada ayam ini, Anda bisa mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah penularan penyakit ke ayam yang sehat.
Baca Juga: 7 Penyebab Penyakit Berak Darah pada Sapi & Cara Mengatasinya
Cegah & Obati Berak Kapur pada Ayam dengan Suplemen Organik Cair GDM Peternakan!
Mencegah dan mengobati berak kapur pada ayam tidak perlu terlalu rumit jika Anda menggunakan suplemen yang tepat. Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Peternakan hadir sebagai solusi praktis untuk memperkuat sistem imun sekaligus memperbaiki kondisi pencernaan ayam yang terinfeksi berak kapur.
Agar hasil perawatan lebih maksimal, pastikan Anda memberikan SOC GDM Peternakan sesuai dosis anjuran dan rutin memantau kondisi ayam selama masa pemulihan. Jangan sampai terlambat, segera KLIK BANNER di bawah ini untuk mencegah dan mengobati berak kapur pada ayam Anda sekarang juga!





















