
Blog
Wajib Anda Ketahui, Inilah 8 Ciri Ciri Ayam Mau Bertelur

Bagi Anda yang beternak ayam, memahami ciri ciri ayam mau bertelur adalah hal penting untuk memastikan produksi telur tetap stabil dan optimal. Setiap ayam menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi fisik tertentu sebelum memasuki fase bertelur, dan mengenali ciri-ciri ini dapat membantu Anda menyiapkan kandang, pakan, serta manajemen perawatan yang lebih tepat.
Selain itu, pengetahuan ini juga dapat membantu Anda mengetahui apakah metode perawatan yang diterapkan sudah benar-benar efektif dalam mempercepat ayam bertelur atau tidak. Supaya tidak salah, pelajarilah ciri ciri ayam mau bertelur dan tips perawatannya yang paling efektif di bawah ini!
Berapa Lama Ayam Bertelur setelah Kawin?
Sebelum membahas tentang ciri ciri ayam mau bertelur, perlu Anda ketahui bahwa ayam umumnya membutuhkan waktu sekitar 24–27 jam untuk menghasilkan satu butir telur setelah proses pembuahan terjadi. Proses pembuahan sendiri berlangsung cepat di dalam saluran reproduksi ayam, tetapi proses pembentukan cangkang dan penyempurnaan telur membutuhkan waktu lebih panjang, yaitu sekitar satu hari.
Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa ayam betina tidak harus kawin setiap kali ingin bertelur karena sperma jantan dapat disimpan di dalam tubuh betina selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Selama masa penyimpanan sperma tersebut, ayam tetap bisa menghasilkan telur yang fertil tanpa perlu kawin ulang. Dengan memahami durasi ini, Anda dapat mengantisipasi munculnya ciri ciri ayam mau bertelur dengan lebih cepat.
Baca Juga: Vitamin untuk Ayam Aduan Biar Kuat, Stamina Tangguh, & Siap tarung
Sampai Umur Berapa Ayam Bertelur?
Ayam biasanya mulai bertelur pada usia 5–6 bulan, kemudian berada pada masa produktivitas puncak hingga usia 1,5–2 tahun. Pada rentang usia ini, produktivitas telur berada di titik terbaik sehingga peternak biasanya mulai lebih cermat memperhatikan ciri ciri ayam mau bertelur untuk menyesuaikan kebutuhan pakan, pencahayaan, dan manajemen kandang agar hasilnya tetap optimal.
Setelah melewati usia 2 tahun, ayam masih bisa bertelur, tetapi jumlah dan ukuran telurnya cenderung menurun secara bertahap. Pada usia 3–4 tahun, sebagian besar ayam mulai berada di fase akhir masa produksi dan sering dianggap kurang efisien untuk tujuan komersial.
Pada fase akhir ini, peternak harus lebih teliti mengamati ciri ciri ayam mau bertelur untuk menentukan efektivitas pemeliharaan lanjutan. Meskipun produksinya tidak seintens fase muda, ayam tetap dapat menghasilkan telur jika dipelihara dengan baik.

8 Ciri Ciri Ayam Mau Bertelur
Menjelang masa produksi, ciri ciri ayam mau bertelur mulai terlihat jelas melalui perubahan perilaku dan kondisi fisiknya. Memahami tanda-tanda ini akan membantu Anda menyiapkan perawatan yang tepat agar proses bertelur berlangsung lebih lancar dan optimal.
Jengger dan Pial Terlihat Lebih Merah serta Mengembang
Menjelang masa bertelur, aliran darah pada jengger dan pial meningkat sehingga warnanya tampak lebih cerah dan bentuknya mengembang. Kondisi ini menunjukkan bahwa hormon reproduksi sedang aktif dan tubuh ayam siap memasuki fase bertelur.
Perut Terasa Lebih Lunak dan Lebar
Bagian perut ayam betina cenderung terasa lembek saat diraba, terutama di area antara tulang pubis. Celah tulang pinggul biasanya melebar karena tubuh mempersiapkan ruang untuk pembentukan dan keluarnya telur.
Nafsu Makan Meningkat
Ciri ciri ayam mau bertelur biasanya ditandai dengan nafsu makannya yang meningkat. Ini karena tubuh ayam membutuhkan energi ekstra untuk proses pembentukan telur sehingga kebutuhan nutrisinya pun ikut bertambah.
Lebih Sering Masuk ke Area Sarang
Mendekati masa bertelur, ayam akan mulai mencari tempat yang nyaman dan aman untuk meletakkan telur. Ia sering mondar-mandir ke kotak sarang, bahkan tampak mencoba duduk atau mengatur posisi seolah ingin bertelur.
Mengeluarkan Suara “Kotek” Lebih Sering
Ayam betina yang siap bertelur cenderung lebih vokal, mengeluarkan suara kotekan yang khas. Ini menunjukkan adanya perubahan hormonal yang memicu perilaku reproduksi.
Aktivitas Lebih Tenang dan Cenderung Menyendiri
Ayam betina yang siap bertelur biasanya tampak lebih tenang, tidak terlalu aktif, dan sering menyendiri di sudut kandang. Ini merupakan bentuk insting alami untuk mencari tempat aman bertelur.
Tulang Pinggul (Pubis) Merenggang
Saat diraba, tulang pubis ayam terasa lebih renggang daripada biasanya. Celah ini bisa melebar dua hingga tiga jari tangan, menandakan saluran reproduksi siap mengeluarkan telur.
Bulu Sekitar Kloaka Bersih dan Sedikit Lembap
Bagian kloaka ayam yang mendekati masa bertelur cenderung tampak bersih, lebih elastis, serta sedikit lembap. Ini merupakan respons alami tubuh ayam untuk memudahkan proses pengeluaran telur.

7 Tips agar Ayam Cepat Bertelur & Hasilnya Berkualitas
Agar ayam cepat bertelur dan menghasilkan telur yang berkualitas, diperlukan perawatan yang tepat, mulai dari pemberian nutrisi, manajemen kandang, hingga pengendalian stres. Dengan mengenali ciri ciri ayam mau bertelur serta menerapkan beberapa langkah praktis berikut, Anda bisa membantu ayam lebih cepat memasuki masa produksi dan menjaga kualitas telur tetap optimal.
Berikan Pakan Bernutrisi Tinggi
Selain pakan utama, Anda dapat memberikan pakan tambahan, seperti jagung giling, dedak berkualitas, atau bekatul protein tinggi. Pakan tambahan ini akan membantu mencukupi energi harian ayam, terutama menjelang masa bertelur. Ketersediaan energi yang cukup akan membuat ayam lebih cepat masuk fase produksi.
Berikan Nutrisi atau Suplemen Pendukung
Untuk mempercepat proses bertelur sekaligus menjaga kesehatan ayam, Anda bisa menambahkan Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Peternakan ke dalam air minum ayam. Suplemen ini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki metabolisme, serta merangsang sistem reproduksi ayam sehingga proses bertelur lebih cepat dan stabil.
Atur Pencahayaan Kandang dengan Tepat
Ayam membutuhkan durasi cahaya sekitar 14–16 jam per hari untuk merangsang hormon reproduksi. Jika pencahayaan alami kurang, Anda dapat menambahkan lampu penerangan di dalam kandang. Cahaya yang stabil akan membantu ayam tetap aktif dan menjaga ritme reproduksi tetap optimal.
Pastikan Kandang Bersih & Nyaman
Kandang yang bersih, kering, dan bebas bau akan membantu ayam terhindar dari stres. Lingkungan yang nyaman membuat ayam lebih fokus pada proses produksi telur. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan kandang secara rutin, ganti alas, serta pastikan ventilasi berjalan baik.
Sediakan Sarang Bertelur yang Aman & Nyaman
Ayam yang sedang memasuki masa bertelur membutuhkan tempat yang tenang dan bersih, terutama ketika ciri ciri ayam mau bertelur mulai terlihat. Sediakan kotak sarang dengan alas jerami kering, dan letakkan di area yang tidak bising. Lingkungan sarang yang nyaman akan membantu ayam lebih cepat beradaptasi dan memulai produksi telur.
Berikan Air Minum Bersih
Ketersediaan air bersih sangat penting karena proses pembentukan telur memerlukan cairan dalam jumlah cukup. Pastikan wadah air minum tidak kotor atau tercemar agar kesehatan ayam tetap terjaga dan produksi telur tetap optimal.
Minimalkan Stres dan Gangguan
Suara bising, predator, perubahan mendadak, atau kepadatan kandang yang berlebihan bisa membuat ayam stres dan menghambat produksi telur. Maka dari itu, pastikan lingkungan tenang dan jumlah ayam di dalam kandang tidak terlalu padat untuk menjaga performa reproduksi ayam tetap optimal.
Dosis Pemakaian SOC GDM Peternakan untuk Merawat Ayam agar Cepat Bertelur
Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Peternakan adalah suplemen organik yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam petelur. Kandungan mikroba baik, vitamin, dan mineralnya berfungsi memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, memperkuat imun, serta mendukung kesiapan reproduksi ayam agar lebih cepat menunjukkan ciri ciri ayam mau bertelur.
Untuk dosis pemakaiannya, SOC GDM dapat diberikan ketika ayam masih berumur 4 hari setelah chick in, yaitu sebanyak 0,3 ml/ekor/hari, diberikan pada pagi atau sore hari. Kemudian, pada usia 10 hari hingga masa panen, dosisnya sama, tetapi cukup diberikan pada sore hari saja. Suplemen ini dapat dicampurkan ke air minum agar mudah dikonsumsi. Pemberian rutin akan membantu mempercepat munculnya ciri ciri ayam mau bertelur serta meningkatkan kualitas dan konsistensi produksi telur.
Baca Juga: Penyakit Kulit pada Kelinci: Penyebab, Gejala, & Cara Mengobatinya
Dukung Kesehatan agar Ayam Cepat Bertelur dengan Suplemen Organik Cair GDM Peternakan!
Suplemen Organik Cair GDM Peternakan dapat membantu menjaga kondisi ayam tetap aktif, sehat, dan siap memasuki fase produksi telur lebih cepat. Pemberian suplemen ini secara rutin dapat meningkatkan stabilitas produksi sekaligus menjaga kualitas telur tetap tinggi. Hal ini tentunya akan meningkatkan keuntungan Anda hingga dua kali lipat.
Suplemen GDM juga sangat aman untuk dikonsumsi oleh ayam setiap hari karena 100% terbuat dari bahan-bahan alami yang berkualitas tinggi. Ayo, dapatkan produk asli Suplemen Organik Cair GDM Peternakan sekarang juga hanya dengan KLIK BANNER di bawah ini!





















