Tehnik Pembibitan Kelapa Sawit dengan Metode GDM, Terbukti Paling Ampuh

Tehnik Pembibitan Kelapa Sawit dengan Metode GDM, Terbukti Paling Ampuh

Bibit kelapa sawit merupakan investasi awal yang harus diperhatikan untuk kesuksesan budidaya kelapa sawit secara menyeluruh. Bibit yang baik akan mencegah atau mengurangi biaya pemeliharaan sekaligus menunjang produksi yang maksimal.

1. Persiapan Pembibitan Awal Kelapa Sawit

Untuk memperoleh bibit kelapa sawit yang baik, maka ada beberapa langkah persiapan yang harus diperhatikan, antara lain :

A.Menentukan Lokasi Pembibitan Kelapa Sawit

Lokasi pembibitan kelapa sawit harus memenuhi syarat ideal sebagai berikut :

  • Lokasi pembibitan hendaknya berada di tengah-tengah kebun dengan akses transportasi yang baik.
  • Memiliki solum/lapisan tanah atas yang tebal, subur dan gembur.
  • Tersedia sumber air yang memadai untuk penyiraman bibit kelapa sawit.
  • Aman dari segala gangguan (hama pengganggu ataupun pencurian).
  • Mudah dalam pengawasan.

B. Memilih Kecambah berkualitas

Pilih kecambah berkualitas dari sumber yang dapat dipercaya (kecambah bersertifikat). Jangan gunakan kecambah sembarangan karena kerugian yang akan ditanggung adalah minimal selama 25 tahun.

Perhitungkan jumlah kecambah yang dipesan sesuai kebutuhan dan luas areal serta ditambah cadangan penyulaman 25%. Apabila pemesanan kecambah dalam partai besar agar diperhitungkan jangka waktu pengiriman dengan ketersediaan sumber daya yang lainnya.

2.Cara Pembibitan Kelapa Sawit

Pembibitan kelapa sawit dapat dilakukan dengan 2 sistem yaitu Satu Tahap (Single Stage)  atau Dua Tahap (Double Stage).

Yang biasa dilakukan saat ini adalah sistem Dua Tahap/Double Stage yaitu sistem pembibitan yang menggunakan Pembibitan Awal (Pre Nursery) dan Pembibitan Utama (Main Nursery).

A.Pembibitan Awal (Pre Nursery)

Tahap pertama dalam system pembibitan ini adalah menanam kecambah kelapa sawit pada Baby Polybag. Keunggulan pembibitan awal ini adalah lebih mudah dikontrol karena fokus pada areal yang terpusat dan kecil. Pada tahap ini resiko kegagalan dan kematian bibit sangat besar yang bisa disebabkan oleh kesalahan tehnis ataupun serangan hama penyakit tertentu.

Oleh karena itu sebelum melakukan penanaman kecambah pada tahap ini harus dilakukan perendaman kecambah dengan POC GDM Kelapa Sawit 10% selama 30 menit. Perendaman ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pertumbuhan kecambah dan mencegah dari serangan penyakit di pembibitan.

Kenapa harus POC GDM, apakah tidak bisa menggunakan bahan (kimia) lainnya? Bisa, tetapi harus menggunakan 2 atau lebih bahan yaitu zat perangsang tumbuh dan fungisida. Selain itu jika terlalu lama perendaman akan menjadikan batang kecambah menjadi “getas” (mudah patah) yang justru kerugiannya semakin besar.

Tahapan kegiatan dalam Pembibitan Awal ini meliputi :

Persiapan Media Tanam

Media tanam kecambah kelapa sawit di Pembibitan Awal harus subur, gembur dan bebas hama penyakit. Media berupa campuran tanah lapisan atas, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan campuran media ini bebas dari partikel besar (potongan kayu atau batu kerikil) dengan cara diayak dengan ayakan halus. Isikan  media pada baby polybag sampai ketinggian 1 centimeter di bawah bibir polybag.

Tata rapi babybag pada bedengan dengan lebar 10-12 babybag serta panjang menyesuaikan lahan. Semprot dengan larutan GDM Black BOS untuk memastikan media tanam di babybag suci hama.

Tanam Kecambah

Lakukan perendaman kecambah dengan larutan POC GDM Kelapa Sawit 10% selama 30 menit dan tanam secara hati-hati 1 biji per babybag. Kedalam penanaman kecambah adalah 1,5 – 2 cm di atas biji kelapa sawit. Hati-hati jangan sampai kecambah terbalik ataupun patah.

Pemeliharaan Bibit

Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman, pemupukan dan pencegahan hama penyakit. Penyiraman bibit dilakukan 2 kali sehari atau tergantung kondisi dengan volume air yang cukup. Pemupukan di pembibitan awal dilakukan dengan POC GDM Kelapa Sawit 2 gelas per tangki dengan interval seminggu sekali. Pemupukan GDM ini sekaligus pencegahan terhadap penyakit. Pemeliharaan bibit di pembibitan awal dilakukan sampai bibit berumur 3 bulan.

Seleksi Bibit

Seleksi bibit dilakukan mulai bibit berumur 1 bulan sampai menjelang pindah ke pembibitan utama. Bibit yang afkir meliputi bibit yang tumbuhnya abnormal ataupun terserang hama penyakit.

B.Pembibitan Utama (Main Nursery)

Sama halnya dengan pembibitan awal, maka langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembibitan utama ini meliputi :

Persiapan Media Tanam

Karena memiliki areal yang lebih luas maka jumlah media tanam yang harus disediakan juga cukup banyak. Persiapan yang matang dan perencanaan yang tepat akan mempermudah pelaksanaan pembibitan utama ini.  Lakukan pencampuran dan pengayakan media tanam jauh-jauh hari sebelumnya dan langsung ditata sesuai jarak tanam (spacing). Jarak tanam di pembibitan utama biasanya adalah 90 X 90 X 90 Cm.

Media tanam pembibitan utama yang baik adalah campuran tanah lapisan atas, pasir dan GDM SaMe dengan perbandingan 2:1:1. Setelah spacing selesai, media di polybag besar disemprot  dengan GDM Black BOS dan siap dilakukan transplanting bibit dari pembibitan awal.

Transplanting Bibit

Buat lubang tanam dengan bor tanam di tengah polybag besar, kemudian tanam bibit hasil dari pembibitan awal yang pertumbuhannya bagus. Lakukan transplanting pada pagi atau sore hari agar bibit terhindar dari layu akibat dari terik matahari. Setelah bibit ditanam dan media dipadatkan, selanjutnya semprot bibit dengan POC GDM agar cepat pulih (mengurangi stress periode).

Pemeliharaan Bibit

Pemeliharaan pembibitan utama meliputi penyiraman, pemupukan dan pencegahan hama penyakit. Penyiraman dapat dilakukan secara konvensional atau menggunakan sistem  tube /“sumisansui”, atau sprinkle atau drip sesuai kemampuan dan tenaga yang tersedia. Pemupukan dengan POC GDM interval 2 minggu sekali. Jarak tanam yang tepat, system penyiraman yang baik dan pemupukan POC GDM sekaligus dapat mencegah serangan hama penyakit di pembibitan utama. Bibit dipelihara sampai umur 9 sampai 12 bulan tergantung dari kesiapan lahan.

Seleksi Bibit

Seleksi bibit harus tetap dilakukan 2 bulan sekali. Seleksi bibit ini meliputi sortir bibit yang tumbuhnya abnormal maupun yang terserang hama penyakit. Bibit yang afkir biasanya langsung dimusnahkan. Dengan adanya seleksi bibit yang terus menerus akan didapatkan bibit-bibit terbaik yang siap tanam.  

Demikian tehnik pembibitan kelapa sawit metode GDM yang terbukti paling ampuh. Semoga bermanfaat.

GDM Info
GDM Info
Jika dulur-dulur ingin berdiskusi mengenai agrobisnis, dulur-dulur bisa langsung menghubungi tim ahli kami di 0812-600-70-600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *