7 Cara Budidaya Kedelai Lokal di Lahan Sawah, Hasilkan Kualitas Maksimal!

Menghasilkan kedelai dengan kualitas yang baik, tentu menjadi impian banyak petani. Oleh karena itu, penting bagi petani mengetahui cara budidaya kedelai agar hasil panen lebih maksimal.
Kedelai merupakan salah satu komoditas dengan permintaan tinggi di Indonesia. Hal ini menjadikannya peluang bisnis yang bagus untuk dikembangkan. Meskipun, tak sedikit pula kendala dalam budidayanya. Namun dengan penerapan metode yang benar, budidaya kedelai di lahan sawah dapat menghasilkan lebih dari 2 ton per hektare.
Lalu, bagaimana cara menanam kedelai agar bisa mendapatkan hasil panen tinggi? Yuk, simak cara budidaya kedelai berikut ini:


7 Cara Budidaya Kedelai Lokal di Lahan Sawah
Meskipun tampak mudah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menanam dan merawat kedelai. Dengan perlakuan yang tepat, Anda tidak hanya akan mendapat hasil yang berkualitas, tetapi juga melimpah. Lebih lanjut, ini cara budidaya kedelai lokal di lahan sawah.
Pilih Varietas Kedelai Unggulan
Ada begitu banyak varietas kedelai yang bisa Anda pilih dipasaran. Namun, pastikan Anda memilih kedelai yang unggul.
Varietas kedelai unggulan umumnya memiliki beberapa sifat unggul, seperti produktivitas tinggi, umur pendek, tahan kecaman tanah masam, memiliki ketahanan terhadap serangan hama penyakit, seperti karat daum, hama Agromyza, hama Lamprosema litura, hama wereng kedelai, hama penggerek polong, dan lainnya.
Anda bisa menentukan varietas kedelai terbaik yang sesuai untuk ditanam di daerah Anda. Tentu saja, ini berdasarkan kondisi lingkungan di tempat Anda.
Ada beberapa pilihan varietas unggul yang bisa Anda pilih, diantaranya adalah:
- Varietas Ringgit (1925)
- Varietas Sumbing (1937)
- Varietas Merapi (1938)
- Varietas Shakti serta Davros (1965)
- Varietas Orba (1974)
- Varietas Galunggung (1981)
- Varietas Lokon (1982)
- Varietas Wilis (1983)
- Varietas Baluran (2002)
- Varietas Ijen (2003)
- Varietas Seulawah (2004)
Baca Juga “5 Cara Menanam Kecambah Kedelai dengan Kapas di Rumah“
Pilih Jenis Tanah yang Sesuai dan Sesuaikan dengan Iklim Daerah Anda
Tanam kacang kedelai pada tanah yang cocok dan sesuai dengan kondisi tanaman kedelai. Ciri-ciri tanah yang sesuai untuk kacang kedelai di antaranya adalah:
- pH tanah antara 4,5-5,5.
- Bertekstur lempung, berpasir, ataupun liat berpasir.
- Pilih lokasi dan tanah yang terbebas dari penyakit endemik.
- Suhu tanah yang sesuai adalah sekitar 30°C.
- Panjang hari (photoperiode) tanaman kedelai merupakan jenis tanaman hari pendek atau maksimal 15 jam per hari dan optimalnya 12 jam.
- Kebutuhan air selama masa pertumbuhan kedelai rata-rata adalah antara 350 – 450 mm.
Setelah memilih jenis tanah yang sesuai, selanjutnya Anda bisa mulai melakukan pengolahan tanah secara organik. Berikut ini adalah cara pengolahan tanah untuk tanaman kedelai.
Pengolahan Lahan untuk Kedelai di Sawah
Pengolahan tanah dapat menggunakan mesin ataupun dengan cara tradisional. Alat yang digunakan untuk pengolahan tanah ini bergantung dengan kemudahan Anda dalam mengakses peralatan pertanian tersebut.
Apapun alat yang Anda gunakan, pastikan Anda mengolah tanah hingga kedalaman lebih dari 50 cm. Dengan begitu, akar tanaman bisa tumbuh dan menembus ke dalam tanah hingga 5 meter.
Semakin baik pertumbuhan akar tanaman, maka kemampuan tanaman dalam menyerap hara akan semakin baik. Dengan begitu, pertumbuhan dan pembuahan tanaman kedelai akan lebih optimal.
- Bersihkan lahan dari jerami padi yang masih tersisa dari pertanaman sebelumnya.
- Balik tanah menggunakan traktor atau cagkul tanah dengan kedalaman antara 40-50 cm.
- Buat petak-petak penanaman kedelai (gundukan) dengan ukuran lebar 3 m dan panjang yang disesuaikan dengan panjang lahan. Usahakan gundukan dibuat dengan arah timur-barat dan sejajar dengan drainase agar tidak terjadi genangan air.
- Di antara petakan tersebut, buat saluran drainase untuk mengatur kondisi pengairan kedelai selebar 25 dan sedalam 30 cm.
- Sirami tanah hingga basah.
- Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS berukuran 250 ml ke dalam tangki sprayer yang sudah terisi air penuh.
- Aduk-aduk campuran GDM Black BOS tersebut hingga terlarut sempurna.
- Semprotkan larutan GDM Black BOS tersebut ke permukaan tanah yang basah hingga memenuhi dosis 5 kg/ha.
- Manfaat utama pengaplikasian GDM Black BOS ini adalah untuk meremediasi tanah. Dengan begitu, tanah yang tercemar, minim hara, padat, dan tidak subur bisa subur dan kaya hara kembali.
- Untuk menunjang kinerja GDM Black BOS, tambahkan juga GDM SaMe Granule Bio Organic. Sebab, produk ini mengandung bakteri baik yang bisa mempercepat proses penyuburan tanah.
- Sebarkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic ke seluruh permukaan tanah hingga memenuhi dosis 100 kg/ha.
- Setelah semua proses pengolahan tanah tersebut, diamkan tanah selama 1 minggu agar proses penggemburan dan penyuburan tanah oleh bakteri bisa lebih optimal.
Setelah melakukan pengolahan lahan, lakukan juga pemilihan benih yang berkualitas.
Pemilihan Benih Kedelai
Pemilihan benih kedelai memegang peranan penting dalam proses penanaman kedelai. Pilihlah benih yang mampu beradaptasi dengan kondisi lapang dan memenuhi standar mutu benih.
Beberapa indikator benih yang baik adalah produktivitas tinggi, umur panen pendek, ukuran biji besar, warna biji cerah, dan memiliki tingkat adaptasi lingkungan yang tinggi. Jangan lupa juga pilih benih dari varietas unggul yang cocok di daerah Anda.
Untuk menjamin kualitas benih yang baik, gunakan benih dari pihak pembenihan tersertifikasi. Pastikan benih Anda masih dikemas rapat dan belum kedaluwarsa.


Cara Menanam Kacang Kedelai di Sawah
Cara tanam kacang kedelai dimulai dari pembuatan lubang tanam setelah media siap. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara menanam kacang kedelai:
- Buat lubang tanam dengan kedalaman 2 cm.
- Jarak tanam yang disarankan adalah 40 cm x 15 cm atau 400.000 tanaman/ha.
- Isi lubang tanam tersebut dengan 3 biji kacang kedelai.
- Tutup lubang tanam dengan tanah.
- Sirami dengan air hingga tanah basah dan lembap.
Itu adalah panduan cara tanam kedelai. Setelah ditanam, maka lanjutkan dengan melakukan perawatan dengan cara berikut:
Perawatan Budidaya Kedelai
Perawatan budidaya kedelai sebenarnya tidaklah sulit. Namun, Anda harus memahami hal-hal penting yang seharusnya dilakukan agar proses perawatan tanaman kedelai dapat optimal.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara merawat tanaman kedelai:
Pemasangan Mulsa
Untuk menekan pertumbuhan gulma, lakukan pemasangan mulsa pada gundukan atau bedengan. Pasang mulsa di seluruh permukaan bedengan, kecuali di sekitar lubang tanam. Lakukan pemasangan mulsa sejak sebelum penanaman benih.
Baca Juga “Kenali Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai Serta Langkah yang Tepat Menanganinya“
Penyulaman
Penyulaman bertujuan untuk menanam kembali tanaman yang mati dalam satu lubang tanam. Segera lakukan penyulaman setelah benih mulai tumbuh.
Jika Anda terlambat melakukan penyulaman, maka berdampak pada tingkat pertumbuhannya yang menjadi jauh berbeda. Oleh karena itu, pada stadium awal pertumbuhan kedelai (15-20 HST), Anda disarankan untuk segera melakukan penyulaman agar tidak mempengaruhi produktifitas tanaman.
Pengairan
Pengairan tanaman kedelai memegang peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Jika tanaman kedelai tidak mendapatkan air yang cukup, maka tanaman akan rentan mengalami kematian.
- Utamanya, tanaman berada di masa sangat rentan ketika berada di fase perkecambahan (0-5 HST) dan stadium awal (15-20 HST).
- Setelah melewati fase tersebut, tanaman tetap membutuhkan air dalam jumlah cukup untuk proses pembentukan biji pada umur 35-65 HST.
- Lakukan pengairan saat pagi atau sore hari dengan cara disiram manual ataupun dengan menggunakan saluran drainase selama 15-30 menit. Ini bertujuan agar tanah tidak terlalu becek ataupun terlalu kering.
Penyiangan Gulma
Meski Anda sudah memasang mulsa, namun penyiangan gulma tetap harus dilakukan untuk memastikan lahan terbebas dari gulma.
- Jika Anda menggunakan mulsa, Anda bisa mulai melakukan penyiangan gulma saat tanaman kedelai berumur 20 HST.
- Namun, jika Anda tidak menggunakan mulsa, maka Anda bisa melakukan penyiangan gulma saat tanaman berumur 10 HST dan diulangi setiap 1 minggu sekali.
Cara Pemupukan Kedelai Secara Organik
Untuk memastikan tanaman sehat, tahan terhadap penyakit, dan bisa menghasilkan panen yang tinggi, merawatnya dengan baik saja tidak cukup. Anda perlu memberikan pupuk secara teratur agar kualitasnya tetap terjaga.
Salah satu pupuk yang baik digunakan adalah pupuk organik. Mengapa demikian? Sebab pupuk organik dibuat dari bahan-bahan segar yang bebas dari pembusukan dan sumber penyakit. Selengkapnya, ini cara pemupukan kedelai secara organik yang benar.
Pemupukan Kedelai Umur 7, 14, 21, Dan 40.
- Masukkan 2 gelas air mineral Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam tangki sprayer yang sudah terisi air penuh.
- Aduk-aduk campuran Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan tersebut hingga terlarut sempurna.
- Semprotkan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan tersebut ke permukaan tanah hingga memenuhi dosis 8 kg/ha.
Selain pemupukan rutin, lakukan juga pemupukan khusus tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman kedelai yang membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar untuk proses pembentukan biji.

Pemupukan Kedelai Umur
- Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS berukuran 250 ml ke dalam tangki sprayer yang sudah terisi air penuh.
- Aduk-aduk campuran GDM Black BOS tersebut hingga terlarut sempurna.
- Sirami tanah hingga basah dan lembap.
- Semprotkan larutan GDM Black BOS tersebut ke permukaan tanah yang basah hingga memenuhi dosis 5 kg/ha.
- Untuk menunjang kinerja GDM black BOS, tambahkan juga GDM SaMe Granule Bio Organic. Sebab, produk ini mengandung bakteri baik yang bisa mempercepat proses penyuburan tanah.
- Sebarkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic ke seluruh permukaan tanah hingga memenuhi dosis 100 kg/ha.
Wujudkan Hasil Panen Berlimpah & Berkualitas dengan Rangkaian Pupuk Organik Cair (POC) GDM!
Nah, itu adalah cara budidaya kedelai di lahan sawah secara lengkap agar tanaman kedelai bisa tumbuh dan menghasilkan biji dalam jumlah besar. Untuk menunjang perkembangannya, jangan hanya sekadar merawatnya. Gunakan Pupuk Organik Cair (POC) yang diproduksi secara alami dan dirancang untuk mempercepat pertumbuhan.
Kandungan alaminya terbukti memberikan manfaat optimal bagi usaha agribisnis dan memungkinkan tanaman bertahan dari musim ke musim. Mulai dari Nitrogen (N), Fosfor (P), hingga Vitamin A, C, & D.
Bagaimana? Mudah bukan? Jika ada beberapa hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu dan segera hubungi tim ahli pertanian kami dengan cara klik banner berikut ini:


2 thoughts on “7 Cara Budidaya Kedelai Lokal di Lahan Sawah, Hasilkan Kualitas Maksimal!”
Comments are closed.




















Terimakasih ilmunya mudah mudahan bermanfaat bagi saya yang ingin belajar bertani memanfaatkan lahan
Terima Kasih dengan membaca artikel ini saya mendapat inspirasi untuk mencoba usaha budidaya kedelai jenis lokal