26 Jenis Padi INPARI Paling Bagus dengan Produktivitas Tinggi

Mengetahui jenis padi INPARI paling bagus menjadi langkah penting bagi petani untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi dan berkualitas. Pasalnya, tak sedikit petani yang mengalami hasil panen kurang maksimal karena memilih varietas padi kurang sesuai dengan kondisi lahan yang dimiliki.
Varietas padi INPARI sendiri adalah padi unggul hasil pengembangan yang dirancang memiliki produktivitas tinggi, lebih tahan terhadap hama penyakit, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi budidaya .
Dengan memilih varietas padi yang tepat, potensi hasilpanen padi dapat meningkat secara signifikan. Lalu, apa saja jenis padi INPARI yang paling bagus untuk mendapatkan hasil panen? Yuk, simak selengkapnya di sini.


Keunggulan Padi INPARI
Padi INPARI dikenal sebagai salah satu varietas padi unggul yang banyak dibudidayakan di lahan sawah. Varietas ini termasuk padi inbrida yang dikembangkan melalui proses pemuliaan tanaman dengan sistem peyerbukan sendiri, sehingga memiliki kemurnian genetik yang tinggi dan sifat tanaman yang lebih stabil.
Keunggulan lain dari padi INPARI adalah kemampuannya yang cukup baik dalam menghadapi serangan hama dan penyakit. Dengan ketahanan tersebut, jenis padi ini dapat tumbuh lebih optimal sehingga peluang mendapatkan hasil panen yang tinggi jadi lebih besar.
Selain itu, banyak varietas padi INPARI memilikii umur panen yang relatif lebih cepat. Umumnya, padi INPARI dapat dipanen dalam waktu sekitar 100–115 hari setelah tanam. Umur panen yang lebih genjah ini tentu menguntungkan petani karena siklus tanam menjadi lebih efisien dan panen bisa dilakukan lebih cepat.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak heran jika jenis padi INPARI yang dibudidayakan di Indonesia cukup beragam. Setiap varietas memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan maupun kebutuhan petani.
Baca Juga: “9 Cara Pemupukan Padi INPARI yang Efektif agar Gabah Lebih Berisi“
Jenis Padi INPARI yang Paling Bagus
Berikut ini 27 jenis padi INPARI yang dikenal memiliki performa unggul dan banyak direkomendasikan untuk budidaya di berbagai daerah Indonesia.
1. INPARI 32
Jenis padi INPARI ini dilepas pada tahun 2013. Padi ini dianjurkan untuk ditanam pada ekosistem sawah di dataran rendah pada ketinggian sampai dengan 600 mdpl. Umur tanaman ini adalah kurang lebih 120 hari setelah sebar.
2. INPARI 42
Jenis padi INPARI ini memiliki bentuk gabah yang ramping dan memiliki tinggi kurang lebih 93 cm. Sama seperti jenis padi INPARI 32 padi ini dapat tumbuh pada ekosistem sawah yang berada pada ketinggian 0-600 mdpl.
3. INPARI 33
Jenis padi INPARI 33 memiliki umur yang relatif singkat, yakni berkisar antara 107 hari setelah sebar. Padi yang tahan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3 ini dilepas pada tahun 2013.
4. INPARI 43
Padi yang baru dilepas pada tahun 2016 ini memiliki ciri tekstur nasi yang pulen. Selain itu, bentuk gabahnya ramping dan berwarna kuning jerami.
5. INPARI 13
Jenis padi INPARI ini dilepas pada tahun 2010. Padi ini memiliki tingkat kerontokan dan kerebahan sedang serta memiliki tekstur nasi yang pulen. Komoditas padi ini dapat tumbuh pada ketinggian 0-600 mdpl.
6. INPARI 16
Padi INPARI 16 memiliki umur tanaman kurang lebih 118 hari setelah sebar. Jenis padi ini memiliki indeks glikemik 0 dan kadar amilosa 22,7%. Sama seperti beberapa jenis padi lainnya tekstur nasi dari jenis padi ini adalah pulen.
7. INPARI 46
Padi INPARI 46 memiliki bentuk yang tegak dengan ketinggian tanaman kurang lebih 101,5 cm. Tekstur nasi yang dihasilkan dari padi ini adalah pulen. Selain itu, jenis padi INPARI ini agak tahan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1.
8. INPARI 48
INPARI 48 merupakan salah satu jenis padi INPARI yang paling bagus. Komoditas padi ini merupakan hasil dari persilangan varietas padi yang tahan terhadap penyakit blas daun dengan varietas yang tahan terhadap wereng cokelat. Bibit padi INPARI 48 dijual dengan harga sekitar Rp100.000,00 per lima kilogramnya.
9. INPARI 79
Kadar amilosa yang dimiliki oleh jenis padi INPARI ini adalah kurang lebih 22,6%. Ciri padi ini adalah memiliki bentuk gabah yang gemuk dan bentuk tanamannya tegak.
Benih padi INPARI 79 dapat diperoleh di salah satu situs elektronik komersial di Indonesia dengan kisaran harga Rp150.000,00 per lima kilogramnya.
10. INPARI 38
Umur tanaman jenis padi INPARI ini adalah sekitar 115 hari setelah sebar. Rata-rata hasil panen dari varietas padi ini adalah kurang lebih 5,71 t/ha GKG.
11. INPARI 39
Hampir mirip dengan padi INPARI 38 umur tanaman jenis padi INPARI ini adalah sekitar 115 hari setelah sebar. Selain itu, rata-rata hasil panen dari varietas padi ini adalah kurang lebih 5,89 t/ha GKG.
12. INPARI 10
INPARI 10 memiliki beberapa kemiripan dengan IR64, seperti jumlah anakan yang produktif, kepulenannya, umur tanaman hingga tinggi tanamannya. Komoditas padi ini tahan terhadap penyakit kresek.

13. INPARI 19
Jenis padi INPARI ini cocok ditanam di lahan tadah hujan dan irigasi yang berada pada ketinggian 0-600 mdpl. Rata-rata hasil panen komoditas padi ini adalah 6,7 t/ha GKG.
14. INPARI 31
Jenis padi INPARI ini cocok ditanam di sawah irigasi dataran rendah berada pada ketinggian 0-600 mdpl. Rata-rata hasil panen komoditas padi ini adalah 6 t/ha GKG.
15. INPARI 8
Padi jenis ini memiliki bentuk tanaman dan daun bendera yang tegak dengan umur tanaman kurang lebih 115 hari setelah sebar.
16. INPARI 1
Padi jenis ini memiliki ciri bentuk tanaman dan daun bendera yang tegak dengan umur tanaman kurang lebih 108 hari setelah sebar.
17. INPARI 36
Padi INPARI 36 dilepas pada tahun 2015 dan memiliki rata-rata hasil 6,7 t/ha GKG.
18. INPARI 34
Varietas INPARI 34 memiliki ciri agak tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1.
19. INPARI 7
Jenis padi INPARI ini sudah dilepas sejak tahun 2009 dan memiliki potensi hasil sekitar 8,7 t/ha GKG.
20. INPARI 18
Padi INPARI 18 ini dilepas sejak tahun 2011 dan memiliki potensi hasil sekitar 9,5 t/ha GKG.
21. INPARI 64
Jenis padi INPARI 64 merupakan salah satu komodutas padi yang tahan terhadap virus kerdil rumput.
22. INPARI 12
INPARI 12 memiliki umur tanaman sekitar 103 hari dan potensi hasil 8 t/ha GKG.
23. INPARI 14
Jensi padi INPARI 14 dilepas pada tahun 2011 dan agak tahan terhadap blas ras 033 dan 133.
24. INPARI 6
Padi INPARI 6 dilepas sejak tahun 2008 dan memiliki bentuk gabah yang sedang dan ramping. Komoditas ini memiliki rata-rata hasil 6,82 t/ha GKG dan potensi hasil 12 t/ha GKG.
25. INPARI 40
Seribu butir padi INPARI 40 memiliki berat kurang lebih 25,03 gram dan padi ini memiliki potensi hasil kurang lebih 9,6 t/ha GKG. Komoditas ini memiliki rata-rata hasil 5,79 t/ha GKG dan potensi hasil 9,6 t/ha GKG.
26. INPARI 20
Padi INPARI 20 memiliki bentuk gabah yang ramping dan bentuk tanaman yang tegak. Komoditas ini memiliki rata-rata hasil 6,4 t/ha GKG dan potensi hasil 8,8 t/ha GKG.
Baca Juga: 13 Varietas Padi Tahan Kering Unggul untuk Lahan Minim Air
Tips Perawatan Padi INPARI agar Panen Lebih Maksimal
Agar padi INPARI dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang maksimal, petani perlu melakukan perawatan yang tepat sejak awal penanaman hingga masa panen. Perawatan yang baik tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga menjaga tanaman tetap sehat serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Berikut beberapa tips perawatan padi INPARI yang dapat diterapkan oleh petani.
Pengolahan Tanah Secara Maksimal
Pengolahan tanah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam budidaya padi INPARI. Tanah yang diolah dengan baik akan menjadi lebih gembur, memiliki aerasi yang baik, serta mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pastikan lahan dibajak dan diratakan dengan sempurna agar akar padi dapat tumbuh dengan optimal.
Gunakan Bibit Berkualitas
Pemilihan bibit menjadi faktor penting untuk mendapatkan tanaman padi yang sehat. Gunakan benih padi INPARI yang unggul, memiliki daya tumbuh tinggi, serta bebas dari penyakit. Bibit yang berkualitas akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman sejak awal hingga masa panen.
Atur Jarak Tanam yang Tepat
Pengaturan jarak tanam perlu diperhatikan agar setiap tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang cukup. Jarak tanam yang ideal akan membantu tanaman memperoleh sinar matahari, air, dan nutrisi secara merata sehingga pertumbuhan padi menjadi lebih optimal.
Pengairan yang Teratur
Air merupakan kebutuhan utama dalam budidaya padi. Pastikan sistem pengairan berjalan dengan baik sehingga tanaman tidak mengalami kekurangan atau kelebihan air. Pengairan yang tepat dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih stabil dan meningkatkan hasil panen.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Meskipun padi INPARI dikenal cukup tahan terhadap beberapa hama dan penyakit, pengendalian tetap perlu dilakukan. Petani dapat melakukan pemantauan rutin di lahan serta melakukan pengendalian secara dini apabila ditemukan gejala serangan hama atau penyakit.
Melakukan Pemupukan Secara Seimbang
Pemupukan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya padi INPARI. Pemberian pupuk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan dapat membantu tanaman memperoleh unsur hara yang cukup untuk menunjang pertumbuhan vegetatif maupun generatif secara optimal.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, Anda dapat memanfaatkan pupuk organik yang mampu menjaga kesuburan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang.
Salah satu alternatif pupuk organik yang dapat digunakan adalah rangkaian produk GDM yang diformulasikan untuk membantu meningkatkan kualitas tanah serta mendukung pertumbuhan padi agar lebih optimal.
Panduan Aplikasi Rangkaian Produk GDM agar Hasil Panen Meningkat
Untuk membantu memaksimalkan potensi jenis padi INPARI yang paling bagus, petani perlu menerapkan perawatan dan pemupukan yang tepat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti panduan budidaya yang menggunakan rangkaian produk GDM, yang diformulasikan untuk mendukung produktivitas padi agar hasil panen lebih optimal. Berikut panduan pemupukan yang bisa diikuti:
Perendaman Benih (0 HST)
Sebelum benih disemai, lakukan perendaman menggunakan GDM Pangan untuk membantu meningkatkan daya tumbuh benih. Campurkan 500 ml (±2 gelas) GDM Pangan ke dalam 10 liter air, lalu rendam benih selama 10–12 jam sebelum proses persemaian.
Pengolahan Tanah (-7 Hari Sebelum Tanam)
Pada tahap persiapan lahan, aplikasikan GDM Black BOS sebanyak 250 ml (1 gelas) per tangki semprot pada tanah yang lembap atau basah. Tambahkan juga GDM SAME sebanyak 15 kg dengan cara ditebar merata di lahan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Perawatan Persemaian (7 HSS)
Saat bibit berada di persemaian, semprotkan GDM Pangan sebanyak 500 ml (±2 gelas) per tangki semprot secara merata pada bibit. Aplikasi ini bertujuan membantu pertumbuhan awal bibit agar lebih kuat sebelum dipindahkan ke lahan tanam.
Pemupukan I (7 HST)
Pada usia 7 hari setelah tanam, lakukan penyemprotan 500 ml GDM Pangan per tangki semprot secara merata ke seluruh tanaman untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman di lahan.
Pemupukan II (17 HST)
Ulangi aplikasi GDM Pangan sebanyak 500 ml per tangki dengan cara disemprotkan merata pada tanaman guna menjaga pertumbuhan vegetatif tetap optimal.
Pemupukan III (21 HST)
Lakukan kembali penyemprotan 500 ml GDM Pangan per tangki ke seluruh tanaman untuk membantu memperkuat pertumbuhan batang dan daun.
Pemupukan IV (30 HST)
Pada fase ini, berikan POG sebanyak 15 kg dengan cara ditebar merata di lahan. Tambahkan juga GDM Black BOS sebanyak 1 gelas air mineral per tangki yang disemprotkan di sekitar area perakaran tanaman.
Pemupukan V (40 HST)
Lakukan penyemprotan 500 ml GDM Pangan per tangki semprot secara merata ke seluruh tanaman untuk mendukung pertumbuhan lanjutan tanaman padi.
Pemupukan VI (60 HST)
Pada fase mendekati pembentukan bulir, aplikasikan POG sebanyak 15 kg dengan cara ditebar merata agar tanaman mendapatkan nutrisi tambahan untuk meningkatkan potensi hasil panen.
Yuk Maksimalkan Potensi Jenis Padi INPARI yang Paling Bagus dengan Rangkaian Produk GDM
Memilih jenis padi INPARI yang paling bagus perlu diimbangi dengan perawatan dan pemupukan yang tepat agar potensi hasil panen dapat dimaksimalkan. Penggunaan rangkaian produk GDM dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperkuat perakaran, serta mendukung pertumbuhan padi agar lebih sehat dan produktif.
Ingin mengetahui rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai kondisi lahan Anda? Konsultasikan langsung dengan tim GDM untuk mendapatkan panduan budidaya lebih optimal. Klik banner di bawah ini dan mulai konsultasi sekarang.





























